3 Faktor Kegagalan Julen Lopetegui di Real Madrid

oleh Aditya Wicaksono diperbarui 26 Okt 2018, 20:00 WIB
Julen Lopetegui. (AP/Miguel Morenatti)

Bola.com, Madrid - Julen Lopetegui dianggap semakin mendekati akhir kariernya di Real Madrid. Performa buruk Los Blancos menjadi alasan utama Lopetegui akan didepak dari klub tersebut.

Advertisement

Real Madrid mencatatkan lima pertandingan tanpa kemenangan. Seharusnya, mereka bisa mengambil kesempatan untuk menjadi pemuncak klasemen La Liga jika saja mencatatkan hasil positif.

Catatan buruk tersebut terhenti setelah Real Madrid menang atas viktoria Plzen. Los Blancos menang 2-1 pada laga tersebut.

Namun, kemenangan itu tak cukup untuk membuat posisi Lopetegui aman. Presiden El Real, Florentino Perez, sudah berada dalam posisi siap untuk memutus kontrak Lopetegui.

Pada akhir pekan ini, Real Madrid akan menghadapi Barcelona di Camp Nou. Jika melihat perkembangan dan kondisi tim berbanding dengan Barcelona, Real Madrid berada di posisi kuda hitam untuk meraih kemenangan.

Fakta tersebut membuat peluang Lopetegui untuk kehilangan pekerjaannya di Real Madrid pada akhir pekan ini semakin besar. Namun, kemunduran prestasi Real Madrid tidak sepenuhnya kesalahan Lopetegui.

Berikut ini merupakan tiga faktor yang menjadi kemunduran Real Madrid:

2 dari 4 halaman

Real Madrid Kehilangan Bintang Utama

Cristiano Ronaldo. (AFP/Isabella Bonotto)

Real Madrid menjual Cristiano Ronaldo ke Juventus pada bursa transfer musim panas 2018. Namun, Los Blancos tidak mendatangkan penggantinya.

Padahal, peran Ronaldo di skuat El Real sangat besar. Ronaldo merupakan tumpuan utama Real Madrid selama delapan musim terakhir.

Keinginan Los Blancos untuk mendatangkan Eden Hazard atau Kylian Mbappe tidak terealisasi. Hal itu membuat Julen Lopetegui harus membentuk tim Real Madrid dari awal.

3 dari 4 halaman

Menurunnya Performa Sejumlah Pemain Bintang

Karim Benzema. (AP/Brynn Anderson)

Karim Benzema sempat disebut akan mendapat keleluasaan sepeninggal Ronaldo. Pada awal musim, Benzema menunjukkan tanda tersebut dengan rajin menyumbang gol. Namun kontribusi golnya macet.

Di sektor penjaga gawang, Real Madrid mendatangkan Thibaut Courtois dari Chelsea. Hal itu menimbulkan polemik karena Keylor Navas masih pantas menjadi kiper utama Real Madrid. Lopetegui pun tak bisa memutuskan status kiper utama di klub tersebut.

Sergio Ramos dan Marcelo menjadi dua pemain belakang yang penampilannya menurun drastis. Sergio Ramos tak nyaman memainkan strategi Lopetegui yang mirip tiki-taka, sedangkan Marcelo dihantui kondisi fisik yang kurang fit.

Toni Kroos yang berada di sektor tengah juga menjadi satu di antara pemain yang performanya menurun. Kroos disinyalir masih terpengaruh dengan kegagalan Jerman pada Piala Dunia 2018.

4 dari 4 halaman

Tidak Mendapat Kesempatan untuk Mengandalkan Bintang Muda

Marco Asensio. (AP Photo/Nick Wass)

Target besar yang diusung Real Madrid membuat Julen Lopetegui tak memiliki banyak waktu untuk memoles pemain muda. Theo Hernandez dilepas dengan status pinjaman, sedangakan Vinicius Junior ditempatkan di Castilla.

Hanya dua pemain yang mendapat kesempatan untuk bermain secara reguler, yaitu Dani Ceballos dan Marco Asensio. Namun, Marco Asensio belum bisa untuk menanggung beban yang ditinggalkan Ronaldo.

Berita Terkait