Prosesi Mengheningkan Cipta untuk Korban Lion Air Mengawali Duel Madura United Vs PSM

oleh Aditya Wany diperbarui 29 Okt 2018, 23:15 WIB
Duel Madura United vs PSM di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, diawali dengan mengheningkan cipta untuk korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, Senin (29/10/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Bangkalan - Panpel Madura United menggelar prosesi mengheningkan cipta sebelum laga menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Senin malam (29/10/2018). Semua pemain dari kedua tim melingkar di tengah lapangan, berdoa bersama.

Advertisement

Pemain dari kedua pemain juga mengenakan pita hitam di lengan sebagai tanda duka cita. Tak hanya pemain, pihak panpel, jajaran pelatih, dan manajemen juga menunjukkan simpati untuk korban dan keluarga jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

Musibah itu terjadi pada Senin pagi. Lion Air JT-610 diduga jatuh di Perairan Tanjung, Karawang. Klub kontestan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak juga turut menyampaikan duka atas insiden ini.

"Kami berdoa untuk semua keluarga penumpang dan crew. Mengheningkan cipta sebelum pertandingan, karena kami rasakan duka mendalam," kata Achsanul Qosasi, Presiden Klub Madura United.

Ungkapan duka sangat terasa mengingat Madura United dan Lion Air menjalin kerja sama musim ini. Maskapai berlogo singa itu merupakan satu di antara sponsor Laskar Sape Kerrab.

Achsanul Qosasi juga sangat berduka mengingat ada 10 pegawai BPK yang turut menjadi korban. Achsanul merupakan anggota BPK RI.

"Begitu mendengar kabar kecelakaan pesawat Lion Air, panpel dan pemain Madura United diminta untuk gunakan pita hitam dan agar ada prosesi mengheningkan cipta. Itu sebagai ucapan duka mendalam," kata Tabri Munir, media officer Madura United.

Pada Senin pagi sekitar pukul 06.33 WIB, Lion Air JT610 dilaporkan hilang kontak setelah 13 menit lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten. Pesawat membawa 181 penumpang termasuk anak-anak dan bayi, serta delapan kru dengan tujuan Pangkal Pinang.