Fabiano Beltrame Bersyukur Madura United Bisa Bangkit

oleh Aditya Wany diperbarui 30 Okt 2018, 13:15 WIB
Bek Madura United, Fabiano Beltrame. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Bangkalan - Kebangkitan Madura United di Gojek Liga 1 bersama Bukalapak disambut dengan suka cita seluruh pihak. Mereka berhasil menggasak PSM Makassar tiga gol tanpa balas di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Senin malam (29/10/2018).

Advertisement

Pemain, jajaran pelatih, manajemen, menghampiri suporter yang berada di tribune begitu laga selesai. Kemenangan ini memang terasa spesial, terlebih diraih atas tim yang saat ini sedang di puncak klasemen.

Kapten Madura United, Fabiano Beltrame, sangat bersyukur timnya akhirnya kembali ke jalur kemenangan. Dia merasa timnya saat ini telah menemukan kembali trek yang sudah seharusnya.

"Saya pikir teman-teman, meski sempat kalah, justru merasa termotivasi untuk bangkit. Kami selalu punya kata yang baik, bukan untuk jatuh, tapi supaya bangkit. Itu yang kami inginkan bersama tim ini," kata stoper asal Brasil itu.

Memang bukan hal yang mudah bagi Madura United untuk bisa memetik tiga angka di laga ini. Mereka harus memetik tiga angka atas PSM, yang merupakan tim dengan rekor 10 pertandingan tak terkalahkan sebelum laga ini digelar.

Belum lagi, Laskar Sape Kerrab juga dalam kondisi terpuruk setelah gagal menang dalam tiga laga sebelumnya, termasuk tumbang di kandang. Paling gres, mereka menyerah 0-4 dari Persebaya Surabaya (25/10/2018).

"Orang menyebut kami sudah mati, tapi kami sudah membuktikan masih hidup. Kami kerja dan menang melawan tim besar. Kami punya kualitas untuk melawan tim mereka. Nanti di sisa pertandingan, kami bisa maksimal untuk mendapatkan poin," imbuhnya.

Fabiano sebagai kapten tim sekaligus pemain gaek dan sarat pengalaman mengemban tugas untuk mengangkat kembali mental pemain. Dia merasa, pelatih Madura United, Gomes de Oliveira, juga memegang peran penting untuk kemenangan tim.

"Mungkin itu hasil latihan coach yang memberi kami lebih banyak kesempatan latihan dan belajar. Saya pikir selalu mencoba terus, meski gagal, sangat bagus. Kami semua sudah berjuang maksimal dan meraih hasil positif," kata pemain berusia 36 tahun itu.