Jonatan Christie Tak Bebas Santap Makanan Jelang Fuzhou China Terbuka 2018

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 05 Nov 2018, 20:20 WIB
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. (PBSI)

Bola.com, Fuzhou - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengatakan hanya memiliki persiapan singkat menghadapi turnamen Fuzhou China Terbuka 2018, pada 6-11 November. Dia mengaku harus melakukan persiapan khusus supaya bisa meraih hasil maksimal pada turnamen level super 750 tersebut, yaitu menjaga pola makan dan beristirat dengan berkualitas. 

Advertisement

Persiapan menuju turnamen tersebut dibilang sempit karena semua pemain level elite baru saja menyelesaikan dua turnamen di Eropa yaitu Denmark Terbuka dan Prancis Terbuka 2018. Para pemain hanya punya waktu beberapa hari untuk latihan.

"Saya rasa semua pemain mengalami, bukan hanya kami, semua pemain negara lain juga merasakan ini. Main dengan perbedaan waktu dan persiapan kurang dari seminggu. Kami harus pintar-pintar jaga dari pola makan dan istirahat," kata Jonatan soal persiapannya, seperti dilansir situs PBSI, Senin (5/11/2018). 

"Makan juga jangan bebas dulu, dua pekan di turnamen Eropa makannya sudah dijaga, biasanya habis turnamen kalau ada libur satu dua hari makannya agak bebas. Sekarang tetap dijaga makannya seperti waktu lagi ikut turnamen," imbuhnya. 

Indonesia menurunkan dua pemain tunggal putra di ajang Fuzhou China Terbuka 2018, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Keduanya telah tiba di Fuzhou pada Minggu (4/11/2018) malam dan siang ini menjalani sesi latihan di Haixia Olympic Sports Center.

 

2 dari 2 halaman

Hadapi Pemain India

Berdasarkan hasil undian, Jonatan Christie dan Anthony berpeluang berjumpa di babak kedua. Namun, Anthony lebih dulu mesti menghadapi Qiao Bin (China), sedangkan Jonatan ditunggu Prannoy H.S dari India di babak pertama.

Performa Jonatan Christie di dua turnamen Eropa menunjukkan peningkatan, tapi belum mengesankan. Dia tersingkir pada babak kedua Denmark Terbuka, sedangkan di Prancis Terbuka langkahknya terhenti pada perempat final. 

"Jojo ada peningkatan dari dua turnamen Eropa. Sekarang dia harus bisa memanfaatkan kesempatan, harus lebih berani menekan dari awal," jelas Asisten Pelatih Tunggal Putra PBSI yang mendampingi tim tunggal putra di Fuzhou, Irwansyah.

Jojo harus lebih belajar bagaimana mengeluarkan kemampuan dia dan kapan untuk tahan dulu," imbuh Irwansyah. 

 

Berita Terkait