Misbakus Solikin Nyaman Jadi Gelandang Bertahan Persebaya

oleh Aditya Wany diperbarui 06 Nov 2018, 13:45 WIB
Gelandang Persebaya, Misbakus Solikin, sudah sembuh dari cedera. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Misbakus Solikin menempati posisi baru sejak Persebaya Surabaya ditangani pelatih Djadjang Nurdjaman. Mis, yang aslinya gelandang serang, didapuk sebagai gelandang bertahan.

Keputusan itu dipilih karena gelandang bertahan andalan Persebaya, Nelson Alom, mengalami cedera panjang. Sementara stok gelandang serang tengah menumpuk, ada Rendi Irwan dan Fandi Eko Utomo.

 

Advertisement

Paling gres, Mis berhasil menyumbang assist untuk gol Fandi Eko Utomo saat menang 3-0 atas Persija Jakarta (4/11/2018). Pemain berusia 26 tahun itu tidak pernah masalah dengan posisi yang dipercayakan pelatih.

"Pastinya saya sangat senang bisa mendapat kepercayaan bermain dari pelatih. Apa yang saya dapatkan adalah tanggung jawab besar sekaligus kepercayaan yang harus dimaksimalkan sebaik mungkin," kata wakil kapten Persebaya itu.

Mis menuturkan posisi aslinya memang gelandang bertahan, sejak saat masih menimba karier junior di kompetisi internal Persebaya. Namun, posisinya digeser agak ke depan saat mulai bergabung Bajul Ijo di Liga 2 2017.

Musim lalu, pemain bernomor punggung 6 ini memang banyak bermain sebagai gelandang serangan karena memiliki akurasi umpan yang bagus. Bahkan, dia juga keluar sebagai top scorer Persebaya di Liga 2 2017 dengan 12 gol.

"Posisi saya sejak dulu memang di gelandang bertahan, tapi hanya lebih aktif naik untuk membantu serangan. Hanya, sekarang lebih fokus di pertahanan. Tapi, kalau memilih, pelatih memainkan saya di posisi manapun saya selalu siap," jelasnya.

Itulah mengapa, Mis tidak merasa kesulitan saat diminta menjadi pemutus alur serangan lawan. Dia memiliki kemampuan menyerang dan bertahan sama baiknya sehingga kerap menjadi andalan lini tengah.

Namun, bukan berarti pemain asli Surabaya itu tidak menemui kesulitan saat mendapat tugas baru. Pasalnya, beberapa pemain Persebaya harus absen karena cedera seperti Robertino Pugliara dan David da Silva juga.

"Kehilangan pemain andalan seperti mereka adalah kerugian terbesar bagi Persebaya. Tapi, saya salut dengan semangat semua pemain yang ada di tim ini, yang selalu solid dan berambisi untuk memberikan yang terbaik bagi tim ini dan membangkitkan kembali kejayaan Persebaya," pungkasnya mengakhiri pembicaraan.