3 Fakta di Balik Kekalahan Timnas Indonesia dari Thailand

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 18 Nov 2018, 08:15 WIB
Ekspresi para pemain Timnas Indonesia, termasuk kiper Awan Setho Raharjo (baju hijau) setelah kalah 2-4 dari Thailand pada Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Sabtu (17/11/2018). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia pulang dengan kekecewaan setelah kalah 2-4 dari Thailand pada laga ketiga babak penyisihan Grup B Piala AFF 2018 yang berlangsung di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu malam WIB (17/11/2018).

Advertisement

Berstatus sebagai tim tamu, Timnas Indonesia sebenarnya mengawali laga dengan apik. Pasukan Bima Sakti berhasil unggul lebih dulu setelah Zulfiandi mencetak gol pada menit ke-29.

Namun, gol tersebut hanya bertahan sampai menit ke-38 setelah Thailand menyamakan kedudukan melalui Korrakot Wiriya-Udomsiri. Pada menit ke-45+3', Thailand bahkan berbalik unggul melalui aksi Pansa Hemviboon.

Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia semakin tertekan. Thailand berhasil memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak dua gol lagi melalui aksi Adisak Kraisorn (65') dan Pokkhao Anan (74').

Pada menit ke-89, Timnas Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan melalui Fachrudin Aryanto. Namun, gol tersebut tetap tak mampu menghindari Timnas Indonesia dari kekalahan 2-4.

Kekalahan Timnas Indonesia dari Thailand juga menghadirkan fakta-fakta menarik. Berikut ini tiga fakta yang tercipta setelah Timnas Indonesia babak belur di Thailand yang dirangkum Bola.com.

2 dari 4 halaman

Ulangan Memori Buruk 2016

Stefano Lilipalys saat berebut bola dengan pemain Thailand pada laga AFF Suzuki Cup 2016 di Philippine Sports Stadium, Sabtu (19/11/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Kekalahan 2-4 yang diraih Timnas Indonesia dari Thailand pada Piala AFF 2018 menjadi ulangan memori buruk. Dua tahun lalu, pada ajang yang sama Indonesia juga dibuat menyerah dengan skor identik.

Ketika itu, Timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl menghadapi Thailand pada laga pembuka Grup A. Tim Merah-Putih kebobolan melalui Peerapat Notchaiya (4') dan hattrik Teerasil Dangda (36', 79', dan (90+4'), sedangkan gol Indonesia dicetak Boaz Solossa (53') dan Lerby Eliandry (56').

3 dari 4 halaman

Kutukan Rajamangala yang Berlanjut

Suporter Thailand merayakan kemenangan timnya setelah meraih gelar kelima Piala AFF di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/12/2016). Thailand unggul agregat 3-2 atas Indonesia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Stadion Rajamangala ternyata menjadi venue penuh "kutukan" untuk Timnas Indonesia. Stadion berkapasitas 49 ribu lebih penonton itu menjadi mimpi buruk Timnas Indonesia.

Kekalahan 2-4 yang dialami Timnas Indonesia dari Thailand di Piala AFF 2018 menambah panjang kutukan Stadion Rajamangala. Kekalahan itu menjadi yang keempat dialami Timnas Indonesia dalam sejarah Piala AFF di stadion kebanggaan masyarakat Negeri Gajah Putih itu.

4 dari 4 halaman

Debut Awan Setho yang Ternoda

Gol Thailand ke gawang Timnas Indonesia yang dijaga Awan Setho di penyisihan Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11/2018). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Penampilan Awan Setho melawan Thailand di Piala AFF 2018 ini jadi sorotan. Kiper 21 tahun itu kebobolan empat gol pada laga debutnya di Piala AFF.

Untuk ukuran kiper muda, hal itu tentu saja menjadi tamparan buat Awan Setho. Apalagi kekalahan ini membuat peluang Timnas Indonesia untuk melaju ke semifinal Piala AFF 2018 semakin tipis.

Berita Terkait