Gagal ke semifinal, Performa Singapura di Piala AFF 2018 Tetap Membanggakan

oleh Aning Jati diperbarui 26 Nov 2018, 09:15 WIB
Duel Thailand vs Singapura di laga terakhir penyisihan Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok (25/11/2018). (Bola.com/AFF Suzuki Cup)

Bola.com, Bangkok - Timnas Singapura gagal tampil di semifinal Piala AFF 2018. Sama halnya Timnas Indonesia, kiprah the Lions terhenti di fase penyisihan grup.

Advertisement

Pada pertandingan terakhir penyisihan Grup B, Minggu (25/11/2018) di Stadion Rajamangala, Bangkok, the Lions kalah 0-3 dari Thailand.

Padahal, seandainya bisa menang, mereka bisa ke semifinal karena pada pertandingan lain di SUGBK, Filipina gagal mengalahkan Indonesia dan hanya bermain imbang.

Imbasnya, poin Singapura tak berubah. Tim asuhan pelatih Fandi Ahmad ini tertahan di peringkat ketiga klasemen akhir Grup B, tetap dengan poin enam.

Penikmat sepak bola Singapura pun harus menahan diri lebih lama lagi karena kegagalan ke semifinal ini memperpanjang catatan tak pernah lolos ke semifinal sejak Piala AFF edisi 2014 atau setelah mereka menjuarai turnamen ini pada Piala AFF 2012.

Kendati gagal ke semifinal, pelatih Fandi Ahmad mengaku tetap bangga dengan penampilan tim asuhannya selama menjalani Piala AFF 2018.

Lebih lanjut, ia menilai penampilan yang diberikan Hariss Harun dkk. selama mengikuti Piala AFF 2018 berhasil membangkitkan gairah di kalangan fan untuk kembali memberikan dukungan pada Timnas Singapura, sesuatu yang dalam beberapa tahun terasa menghilang menyusul penurunan prestasi timnas.

"Di turnamen ini, meski dalam waktu singkat buat kami, saya pikir kami telah mendapatkan kepercayaan dari fans untuk kembali mendukung timnas," kata Fandi.

2 dari 2 halaman

Masa Depan Cerah

"Setiap tim butuh dukungan dan beberapa tahun terakhir, situasinya sangat buruk bagi kami. Setiap tim di ASEAN sudah melewati kami, tapi kami mencoba membangun kembali tim ini," lanjutnya.

Fandi berharap penampilan yang diperlihatkan tim asuhannya selama Piala AFF 2018 ini bisa dipertahankan dan bahkan ditingkatkan.

"Saya rasa kami bisa mendapatkan lebih banyak kesuksesan dari tim ini. Saya pikir kami punya masa depan cerah dan kami harus mendatangkan lebih banyak pemain muda sekaligus mempertahankan pengalaman dalam tim," tutur mantan pemain Niac Mitra itu.

Di sisi lain, belum diketahui apakah kontrak Fandi Ahmad sebagai pelatih Timnas Singapura senior akan diperpanjang mengingat statusnya hanya sebagai pelatih sementara. Selepas Piala AFF 2018 ia akan dikembalikan ke timnas U-22/U-23 proyeksi Olimpiade Tokyo 2020.

Sumber: FAS

Berita Terkait