Alasan Proliga 2019 Digelar Lebih Cepat

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 08 Des 2018, 21:05 WIB
Pemain tim putri Jakarta Pertamina Energi saat menghadapi Bandung Bank BJB Pakuan di GOR Amongrogo, Yogyakarta (7/12/2018). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Yogyakarta - Ada hal berbeda dari pelaksanaan Proliga 2019. Biasanya, kompetisi elite bola voli di Indonesia ini digelar pada tahun sama, untuk kali ini lebih cepat.

Bahkan saat tahun 2018 belum selesai, Proliga 2019 sudah digelar dengan menunjuk GOR Amongrogo, Yogyakarta, sebagai seri pembuka, Jumat-Minggu (7-9/12/2018).

Advertisement

Sebanyak tiga seri untuk putaran pertama digelar di tiga tempat berbeda hingga akhir bulan Desember. Selain Yogyakarta, dua venue lain digelar di Gresik (14-16 Desember) dan Bandung (21-23 Desember).

Tiga seri selanjutnya dipastikan digelar pada tahun 2019, yakni dengan menunjuk Palembang, Pekanbaru, dan Solo, yang kemudian memasuki fase final four.

Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Imam Sudjarwo, membeberkan adanya perubahan jadwal pelaksanaan Proliga 2019 yang dimajukan. Menurutnya, perubahan waktu pelaksanaan Proliga 2019 dilakukan untuk menghindari bentrokan kegiatan nasional, yakni Pemilu di bulan April 2019.

"Proliga 2019 kami ajukan ke bulan Desember 2018, karena di tahun 2019 ada agenda nasional, ada pemilihan umum Presiden dan Legislatif. Kami majukan tiga bulan lebih cepat, yakni selesai di bulan Februari. Ini murni inisiatif dari PBVSI, atlet nanti juga bisa pulang kampung, ikut pesta demokrasi," jelasnya di sela partai pembuka Proliga 2019 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018).

Imam berharap meski jadwal dimajukan dan hanya memiliki tiga bulan waktu pelaksanaan, tak mengurangi substansi serta euforia olahraga voli di Indonesia.

Kalangan volimania tetap antusias, bahkan GOR Amongrogo mendapat dua kesempatan dua kali menjadi venue, yakni pada laga perdana dan final karena animo yang sangat tinggi.

PBVSI juga telah mengevaluasi prestasi tim bola voli Indonesia di ajang Asian Games 2018. Meski tim putra hanya masuk di posisi tujuh besar dan putri di enam besar, tetap menjadi prestasi tersendiri bagi Timnas bola voli Indonesia. PBVSI mulai merancang formula baru untuk menghadapi SEA Games Filipina 2019.

"Kami punya terobosan baru dengan memiliki dua tim pelatnas, yakni Garuda dan tim uji coba. Untuk tim uji coba, kalau memang progresnya baik, ya bisa masuk Timnas di SEA Games. Untuk target di Filipina nanti kami tingkatkan, untuk putra target emas dan putri target perak. Timnas juga harus banyak melakukan try out, minimal tiga sampai lima kali," tutur Imam Sudjarwo.

Berita Terkait