Pertemuan Bonek dan Manajemen Persebaya Berakhir WO

oleh Aditya Wany diperbarui 06 Jan 2019, 17:15 WIB
Bonek mendampingi Persebaya saat bermain di Liga 1 2018. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Manajemen Persebaya menggelar acara “Meet the President” dengan mengundang Bonek di Nur Pacific Adityawarman, Surabaya, Minggu siang (6/1/2019). Pertemuan ini merupakan respons setelah Bonek membuat Kesepakatan Bagong.

Kesepakatan Bagong merupakan hasil pertemuan Bonek dari empat elemen, Green Nord, Arek Gate 21, Tribun Kidul, dan Tribun Timur. Hasilnya, mereka ingin manajemen lebih terbuka mengenai kebijakan transfer pemain setelah lepasnya Andik Vermansah dan Evan Dimas Darmono. 

Semua perwakilan Bonek hadir dalam acara itu untuk melakukan diskusi dan melontarkan pertanyaan terhadap manajemen Persebaya. Dalam acara itu, hadir pula Candra Wahyudi (manajer Persebaya) dan Azrul Ananda (Presiden Persebaya). 

Advertisement

Sayangnya, mereka merasa tidak puas dan memutuskan untuk walk out (WO) meninggalkan tempat sebelum acara selesai. Setelah acara tersebut, Bonek dari empat elemen itu memutuskan mengadakan pertemuan di Warkop Pitulikur, Surabaya, untuk menyatakan sikap.

Pertemuan Bonek dengan manajemen Persebaya di Nur Pacific Adityawarman, SurabayaMinggu (6/1/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

“Kami sebagai perwakilan suporter mewakili masing-masing tribune merasa tidak puas dengan pertemuan tadi. Dari hasil kesepakatan bagosng itu tidak ada titik temunya. Makanya kami tadi walk out, artinya keluar dulu sebelum acara selesai,” kata Husin Ghozali, koordinator Green Nord, kepada awak media, Minggu sore. 

“Kami tetap mendukung Persebaya dengan caranya sendiri. Tapi tolong, manajemen (Persebaya) jangan mengganggu suporter. Kami juga tidak akan mengganggu manajemen. Apapun yang mau dilakukan manajemen terserah. Tidak usah mengurusi suporter lagi, saling menghormati saja,” imbuh pria yang akrab disapa Cak Cong itu.

Cak Cong menilai bahwa manajemen terlalu angku saat berusaha menjabarkan dan memberi jawaban kepada Bonek. Terutama, saat dia mencoba bertanya dan kemudian dipotong oleh Azrul secara tiba-tiba. 

Beberapa kali pertanyaan yang dilontarkan oleh Bonek seputar bursa transfer tidak dijawab secara gamblang oleh manajemen. Bahkan, manajemen Persebaya juga meminta Bonek untuk membahas masa depan, bukan kembali ke masa lampau. 

“Saya melihat manajemen angkuh dan memperlihatkan diskusi satu arah dengan tidak mau menjawab pertanyaan Bonek sebagian besar, alasannya karena ada awak media. Padahal, kami minta dalam Kesepakatan Bagong ini terbuka untuk media. Berarti ini ada yang ditutupi,” ungkap Cak Cong. 

“Termasuk manajemen juga angkuh tidak menghargai kami. Presiden juga meminta kami tidak membahas masa lalu, harus berpikir ke depan. Padahal, masa lalu itu ada yang salah dan harus dibenahi untuk masa depan,” ujarnya.

 

2 dari 2 halaman

Topik Evan Dimas dan Andik Vermansah

Madura United menjadi pelabuhan baru bagi Andik Vermansah. (Bola.com/Dody Iryawan)

Topik yang cukup alot menjadi pembahasan adalah saat Bonek meminta manajemen terbuka mengenai peristiwa yang terjadi dengan kegagalan mendatangkan Andik Vermansah dan Evan Dimas. Andik kini menjadi pemain Madura United, sementar Evan bergabung Barito Putera.

Sebelumnya, kedua pemain binaan kompetisi internal Persebaya itu sudah santer dikabarkan akan kembali ke Persebaya pada musim 2019. Bahkan, manajemen Persebaya sempat menyebutkan telah melakukan negosiasi dengan Evan Dimas. 

“Kami sebagai suporter ingin tahu siapa pemain yang menjadi target manajemen Persebaya. Teman-teman juga ingin tahu negosiasi seperti apa yang dilakukan bersama Evan Dimas atau Andik sehingga terjadi kegagalan,” ucap Hasan Tiro, koordinator Tribune Timur. 

Dengan hasil pertemuan yang tidak berakhir baik itu, Bonek akhirnya memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan dengan manajemen Persebaya. Mereka akan memberikan dukungan tanpa berkomunikasi lagi dengan manajemen. 

“Pada intinya kami menyikapi dari hasil pertemuan tadi. Kami akan memutus komunikasi atau menghentikan sinergitas antara Bonek dengan manajemen. Kami sebagai suporter akan kembali pada peran dengan mendukung Persebaya dengan cara masing-masing,” terang Jovan Tridianto, koordinator Arek Gate 21.

Di sisi lain, Candra Wahyudi tidak menganggap Bonek telah melakukan WO dari pertemuan itu. Dia kemudian juga enggan memberikan komentar mengenai sikap Bonek meninggalkan tempat sebelum acara selesai.

Berita Terkait