Sektor Putri Jadi Andalan Tim Balap Sepeda Indonesia di Asian Track Championship 2019

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 06 Jan 2019, 22:15 WIB
Aksi Crismonita Dwi Putri pada hari pertama Track Asia Cup 2017, di New Delhi, Selasa (10/10/2017). (Humas PB ISSI)

Bola.com, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan balap sepeda bertajuk Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, pada 8-13 Januari 2019. Manajer tim balap sepeda Indonesia, Budi Saputra, mengatakan masih mengandalkan sektor putri lewat Crismonita Dwi Putri.

Budi Saputra meneyebut tim balap sepeda Indonesia akan menurunkan 14 atlet elite, 8 atlet junior, dan 9 atlet paracycling beserta pilotnya dalam Asian Track Championship 2019. Bersaing dengan pembalap sepeda dari 15 negara lain yang menjadi peserta, Indonesia mengandalkan sektor putri.

Advertisement

"Peluang medali masih ada di sprint putri lewat Crismonita. Namun, untuk tim sprint putri masih agak sulit karena pasangan Crismonita, Elga Kharisma, masih cedera, jadi harus kami naikkan pelapisnya yang tampaknya belum maksimal," ujar Budi Saputra saat dihubungi Bola.com, Minggu (6/1/2019).

"Hasil Crismonita saat mengikuti tryout bagus. Dia tampil bagus di tiga kejuaraan, Asian Cup di New Delhi, Asian Cup di Thailand, dan di Sout East GP Series di Kuala Lumpur," lanjutnya.

Sementara untuk kategori putra dan junior, manajer tim balap sepeda Indonesia ini tak ingin terlalu berandai-andai. Ia hanya berharap ada kejutan di Jakarta International Velodrome.

"Untuk putra, saya masih hanya berharap Indonesia bisa membuat kejutan. Sementara untuk kelas junior, saya belum ingin berharap banyak karena mereka baru pertamaturun di Velodrome, jadi belum maksimal karena belum banyak pengalaman," ujarnya.

Asian Track Championship 2019 ini menjadi ajang bagi atlet balap sepeda Indonesia untuk mengumpulkan poin demi turun di Olimpiade 2020 di Tokyo.

 

 

 

Berita Terkait