Penyebab Sri Sugiyanti Gagal Dulang Emas di ATC 2019

oleh Muhammad Ivan Rida diperbarui 12 Jan 2019, 00:36 WIB
Pesepeda Indonesia, Ni'mal Magfiroh dan Sri Sugiyanti, memacu kecepatan pada nomor 3000 meter persuit individu B saat Asian Track Championship 2019 di Veledrome, Jakarta, Jumat (11/1). Pasangan ini berhasil meraih perak. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Atlet paracycling putri Indonesia, Sri Sugiyanti, meraih medali perak ketika turun dalam nomor 3.000 meter individual pursuit klasifikasi B Asian Track Championship (ATC) 2019, di Jakarta International Velodrome, Jumat (11/1/2019). Sri mengaku faktor utama yang membuatnya gagal mendulang emas adalah persiapan minim.

Advertisement

Tampil bersama sang pilot, Ni'Mal Magfiroh, Sri mencatatkan waktu 4 menit 07,889 detik di peringkat kedua. Mereka terpaut 5 detik dari wakil Malaysia, Nur Azlia Syafinaz Mohd Zais, dan Nurul Suhada Zainal (pilot).

"Catatan waktu saya masih lebih baik di Asian Para Games kemarin. Memang tidak bisa persiapan tiga pekan ini, dibanding 10 bulan ketika menjalani Asian Para Games," kata Sri setelah balapan.

"Kendala utama karena memang latihan kurang. Mungkin kemarin kalau saya liburan tetap latihan, tidak akan terlalu berat untuk mengejarnya," ujarnya.

Sri mengatakan bakal mengevaluasi hasil ini agar bisa terus berkembang pada masa mendatang. Dia bertekad mendulang emas dalam turnamen selanjutnya.

"Setelah ATC ini, ke depannya harus lebih rutin latihan lagi karena saya keterbatasan di visual. Jadi harus belajar lagi dan terus latihan," ujar pesepeda yang meraih empat medali di Asian Para Games 2018.

Berita Terkait