Indonesia Raih 5 Medali di ATC 2019, Begini Kata Pelatih

oleh Muhammad Ivan Rida diperbarui 12 Jan 2019, 12:15 WIB
Pesepeda Indonesia, Ni'mal Magfiroh dan Sri Sugiyanti, memacu kecepatan pada nomor 3000 meter persuit individu B saat Asian Track Championship 2019 di Veledrome, Jakarta, Jumat (11/1). Pasangan ini berhasil meraih perak. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Pelatih timnas paracyling Indonesia, Fadilah Umar, bersyukur atas lima medali emas anak-anak asuhnya dalam Asian Track Championship (ATC) 2019. Fadilah senang karena timnya minim persiapan menjelang turnamen tersebut.

Advertisement

Setelah Asian Para Games 2018, para atlet yang tergabung dalam Komite Paralimpiade Nasional Indonesia vakum hampir sekitar dua bulan. Kondisi itulah yang membuat kontingen Indonesia tampil kurang maksimal di ATC 2019.

"Kami bersyukur juga masih bisa mendulang medali di event ini, walaupun persiapan kurang setelah Asian Para Games lalu," kata Fadilah kepada wartawan.

Pada ATC 2019, medali emas ditorehkan Muhammad Fadli Imammuddin dari nomor 4.000 meter individual pursuit putra klasifikasi C4-C5. Sri Sugiyanti dan pilotnya Ni'Mal Magfiroh menyumbang perak lewat 3.000 meter individual pursuit putri B (tunanetra).

Adapun tiga perunggu ditorehkan Sri Sugiyanti (sprint putri B), Sufyan Saori (4.000 meter individual C4-C5), dan Triagus Arief Rachman (3.000 meter individual pursuit C1-C3).

"Target kami sebenarnya mencoba mempertahankan hasil di Asian Para Games, termasuk waktu terbaiknya. Akhirnya kami bisa tampilkan walaupun ada yang turun,” ujar Fadilah.

ATC 2019 masih berlangsung hingga Minggu (13/1/2019). Ajang balap sepeda track itu mempertandingkan tiga kategori, yakni elit, junior, dan paracycling.