Kabar Kepindahan ke Lampung Mengganggu Perseru di Piala Presiden 2019

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 07 Mar 2019, 23:20 WIB
Para pemain Tira Persikabo, merayakan gol yang dicetak oleh Osas Saha, ke gawang Perseru Serui pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Jawa Barat, Kamis (7/3). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Bandung - Kabar kepindahan markas Perseru Serui ke Lampung berembus kencang belakangan ini. Rumor itu ternyata mengganggu performa tim berjulukan Cendrawasih Jingga tersebut di Piala Presiden 2019.

Kekalahan 2-3 dari Tira Persikabo pada partai kedua Grup A Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis malam (7/3/2019), mengakhiri kiprah Perseru di turnamen pramusim ini.

Advertisement

Dalam dua pertandingan, Perseru kalah beruntun. Laga terakhir, kontra Persib Bandung, Selasa (12/3/2019), sudah tak berpengaruh lagi bagi kedua tim.

Perseru dan Persib tidak dapat lagi mengejar perolehan poin enam yang dikantongi Persebaya Surabaya dan Tira Persikabo, yang bercokol di posisi pertama dan kedua.

Cendrawasih Jingga, yang berada di peringkat ketiga klasemen sementara, hanya lebih baik dari produktivitas gol (-1) dibanding Persib (-2), yang terbenam di dasar klasemen.

"Saya pastikan iya, berpengaruh, karena rumor ini kan cepat sekali berkembang," ujar pelatih Perseru, I Putu Gede, pada konferensi pers setelah pertandingan melawan Tira Persikabo, Kamis (7/3/2019).

"Padahal, kami juga belum tahu kepastiannya. Jadi, sangat mengganggu karena ini mereka (pemain) ini kan sedang seleksi. Jadi, ada sedikit kebimbangan pasti ada, dan ada beberapa pemain yang mempertanyakan ke saya situasi seperti itu," imbuh Putu Gede.

Meski begitu, Putu Gede tetap salut dengan perjuangan pemainnya. Cendrawasih Jingga disebutnya membuatnya bangga karena berhasil merepotkan Tira Persikabo dan Persebaya.

"Tapi, saya pikir dalam dua pertandingan itu, luar biasa buat mereka. Dalam dua pertandingan itu, pikiran pemain Perseru seperti ke mana-mana karena kabar kepindahan ke Lampung itu. Jadi, ya kabar itu mengganggu," tutur Putu Gede.