IENC Jadi Kejurnas Esports Pertama di Indonesia Menuju SEA Games 2019

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 12 Apr 2019, 10:10 WIB
Karyawan KLY yang tergabung dalam Jakartans tanding Arena of Valor (AOV) pada laga penyisihan The Battle of Youniverse di KLY Lounge, Jakarta, Rabu (5/12). Jakartans sebagai pemenang akan menantang tim AOV profesional. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Indonesia Esports Association (IESPA) sudah mulai memersiapkan diri menuju SEA Games 2019 Satu di antaranya adalah membentuk tim atau menentukan atlet Esports Indonesia yang akan terbang ke Filipina.

Satu di antara langkah strategis yang suda ditetapkan IESPA adalah menggelar seleksi timnas Esports Indonesia. Menurut keterangan tertulis IeSPA, tahun ini mereka akan menggelar beberapa event akbar esports, termasuk di antara kejuaraan nasional yang menjadi seleksi timnas Esports Indonesia.

Advertisement

Ketua Umum IESPA, Eddy Lim mengungkapkan, pihaknya sudah menentukan langkah untuk membentuk timnas esports. Satu di antaranya adalah menggelar Indonesia Esports National Championship (IENC) alias kejurnas esports.

Langkah tersebut menjadi lanjutan dari kepastian esports sebagai cabang resmi di pentas SEA Games 2019. Sebelumnya, esports menjadi cabang eksebisi di Asian Games 2018 Jakarta. Event SEA Games 2019 di Filipina bakal berlangsung pada 30 November - 11 Desember 2019.

IENC akan segera menyelenggarakan penyisihan daerah, dengan babak grand final di Jakarta. Nantinya IENC akan menyaring kontingen Indonesia untuk cabang permainan, Dota 2, Mobile Legends: Bang Bang, dan Tekken 7.

Masing-masing cabang permainan akan diwakili oleh satu tim, atau dua orang bagi game-game perorangan. Proses penyaringan tersebut akan berlangsung sangat ketat, sebab hanya tim atau pemain terkuatlah yang berhak mengikuti pelatnas dan diberangkatkan ke SEA Games 2019.

Klaim IESPA hal ini sejalan dengan pernyataan Plt. Sekertaris Jendral KOI, Hellen Sarita de Lima. Di mana IESPA yang berhak melakukan seleksi atlet pelatnas esports untuk di ajukan kepada KOI, yang selanjutnya melakukan seleksi melalui monitoring dan evaluasi bersama Tim Ahli untuk membentuk kontingen untuk SEA Games atau multi event internasional lainnya.

Saat ini IESPA telah mengajukan Number of event yang akan diikuti di SEA Games 2019, kepada KOI dan telah didaftarkan sebelum tanggal 15 Maret 2019 lalu. Jadi dengan keluarnya pernyataan tersebut menjadi penegasan proses seleksi dan menentukan siapa saja yang berangkat ke SEA Games 2019.

“Saat ini kami membuka kesempatan sebesar-besarnya untuk tim-tim esports Indonesia yang ingin menjadi kontingen SEA Games 2019 melalui jalur resmi yang kami sediakan," ujar Eddy Lim, Ketua Umum IESPA.

Menurut Eddy Lim, saat ini ada dua jalur resmi menuju SEA Games 2019, yakni IEL dan IENC. "Nantinya akan ada beberapa event lagi yang akan digelar dalam waktu dekat ini," tegas Eddy.