Kesuksesan Tahun 2005 Jadi Inspirasi Launching PSIM

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 19 Jun 2019, 00:15 WIB
Launching tim PSIM di Pendapa Balai Kota Yogyakarta, Selasa (18/6/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta meluncurkan skuat sekaligus kostum untuk kompetisi Liga 2 musim 2019 di Pendapa Balai Kota Yogyakarta, Selasa malam (18/6/2019). Menariknya, PSIM merilis lima jenis jersey yang terinspirasi dari kesuksesan klub pada 2005.

28 pemain, jajaran pelatih, ofisial, hingga manajemen klub diperkenalkan satu per satu di panggung yang turut dihindari Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Perwakilan suporter baik dari Brajamusti dan Mataram Independent juga memeriahkan acara sebagai tamu undangan.

Advertisement

Sesi pertama adalah memperkenalkan jersey baru PSIM Yogyakarta untuk musim 2019. Terdiri dari tiga kostum penjaga gawang, serta dua jersey kebesaran biru dan putih untuk laga kandang dan tandang. Terpampang nama sponsor, PT Renesola Clean Energi, di bagian depan sebagai sponsor utama PSIM.

Jersey home yang didominasi warna biru, PSIM menyematkan garis putih di pundak. Pun demikian, di bagian kerah dan lengan tersemat pula list putih yang dipadukan juga dengan garis putih di samping celana.

Sementara di jersey tandang, PSIM memilih dominan warna putih dengan list garis berwarna biru. Bedanya, jersey menggunakan kerah berwarna biru. Celana pun menggunakan garis berwarna biru di samping luar.

Motif batik seperti yang beberapa musim terakhir selalu melekat di kostum pemain, tetap terlihat di garis putih pundak dan celana.

Begitu pula di jersey tandang, ada garis batik parang silver tersemat gradasi di pinggang. Hanya ada motif garis saja yang menghiasi bagian depan jersey PSIM Yogyakarta tersebut. 

2 dari 2 halaman

Jersey Mengispirasi

Pelatih PSIM Yogyakarta, Vladimir Vujovic (tengah) memimpin latihan anak asuhnya di lapangan Kenari baru-baru ini. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

CEO PSIM, Bambang Susanto, menyebut jersey tahun ini terinspirasi kostum pada 2005. Saat itu, PSIM berhasil meraih gelar juara Divisi I dan melaju ke Divisi Utama, atau kompetisi kasta tertinggi saat itu.

"Jersey ini memang terinspirasi keberhasilan tahun 2005 saat PSIM berhasil menjadi juara Divisi I. Harapannya, semangat itu bisa menginspirasi PSIM tahun ini dan meraih target bersama melaju ke Liga 1 di akhir musim nanti," jelas Bambang Susanto, Selasa (18/6/2019) malam.

Kemudian, pemain satu demi satu diperkenalkan dengan mengenakan jersey terbaru, termasuk icon PSIM, Cristian Gonzales dan Raphael Maitimo.

Cristian Gonzales mengatakan ia dan rekan satu tim dalam kondisi siap tempur.  Gonzales dkk. dijadwalkan menghadapi tuan rumah Persiba Balikpapan, Sabtu (22/6/2019).

"Harapan saya dan semua teman-teman adalah mulai fokus sejak pertandingan pertama besok Sabtu, berlanjut sampai akhir kompetisi, hingga tim ini berhasil mewujudkan target promosi ke Liga 1," ujar Gonzales.

Sementara itu, Ketua Pembina PSIM, Haryadi Suyuti, berharap PSIM semakin membanggakan masyarakat Kota Gudeg. Terlebih, dalam ambisinya meraih tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

"Ini tim yang punya sejarah panjang, semoga kembali ditorehkan di tahun 2019 ini dan dibutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat Yogyakarta. Menandai komitmen PSIM Reborn, semoga tidak ada lagi permusuhan yang ditimbulkan suporter PSIM," ucap pria yang juga Wali Kota Yogyakarta ini.