Robert Alberts Masih Mendapatkan Tempat di Hati Aremania

oleh Iwan Setiawan diperbarui 31 Jul 2019, 20:45 WIB
Pelatih Arema FC Milomir Seslija (kiri) dan pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts berbincang jelang laga kedua tim di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (30/7/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, masih mendapatkan tempat di hati suporter Arema. Meski kini dia menangani tim rival, masih ada sambutan hangat yang didapatkan pelatih asal Bandung itu ketika kedua tim bertemu di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa malam (30/7/2019).

Terlihat dalam momen susunan tim Persib diumumkan jelang pertandingan, saat nama Robert Alberts disebut, mayoritas Aremania memberikan tepuk tangan.

Advertisement

Hal itu menjadi bukti Aremania tidak melupakan jasa Robert Alberts, yakni membawa Arema jadi juara ISL 2010.

Robert sampai detik ini juga masih menghormati Aremania. Di sisi lain, dia juga tidak ingin menyakiti hati fan Persib lantaran kelompok suporter kedua tim ini punya hubungan yang tidak harmonis.

Setelah pertandingan tunda pekan keempat tersebut, Robert menjelaskan tidak menyalahkan Aremania, mengacu teror kembang api yang dialami timnya saat menjajal lapangan Stadion Kanjuruhan dan yang terjadi di depan hotel tempat skuat Persib menginap, dini hari sebelum pertandingan.

"Mungkin yang melakukan itu bukan Aremania. Saya tahu Aremania seperti apa. Mungkin yang melakukan (teror) adalah hooligan (suporter garis keras),” kata Robert Alberts.

2 dari 2 halaman

Kebiasaan Lama

Pelatih Persib, Robert Alberts, saat memantau anak asuhnya berlatih di SUGBK, Jakarta, Selasa (9/7/2019). Persib siap memberi kejutan saat menghadapi Persija Jakarta pada pekan kedelapan Shopee Liga 1 2019. (Bola.com/Yoppy Renato Manalu)

Sebelum pertandingan, pelatih berusia 64 tahun ini menyalami maskot Arema dan beberapa Aremania yang ada di tribune VVIP. Dia membalas sapaan penggemar dengan senyuman khas.

Hanya, ada satu hal yang tidak dilakukannya dalam pertandingan itu, yakni menyapa Aremania di tribune ekonomi. Ketika masih menangani PSM Makassar musim lalu, dia sempat berjalan ke lapangan dan menyapa Aremania.

Hal itu tidak dilakukannya kali ini bisa jadi untuk menjaga elemen di tim Persib, seperti pemain, manajemen, hingga suporter setelah kalah telak 1-5 dalam partai big match itu.

"Bagi saya pribadi, Robert masih dihormati karena dia pernah membawa Arema juara di kompetisi. Jadi, sampai sekarang masih disambut seperti kemarin," kata Rio Ganda Saputra, Aremania Polehan, Rabu (31/7/2019).

Namun, kejadian teror suporter di Malang tetap jadi bahan laporan Persib kepada PSSI. Hanya, yang dilaporkan bukan Aremania, melainkan panpel Arema yang tidak memberikan kenyamanan terhadap tim tamu.