Evaluasi Pelatih soal Kekalahan Greysia / Polii di Perempat Final Thailand Terbuka 2019

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 03 Agu 2019, 16:30 WIB
Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Bangkok - Pelatih ganda putri PBSI, Eng Hian, mengatakan Greysia Polii/Apriyani Rahayu, terlalu yakin bakal menang sehingga malah gagal di perempat final Thailand Terbuka 2019, Jumat (2/8/2019). 

Greysia/Apriyani mengalami kekalahan pahit di laga perempat final melawan ganda Korsel, Chang Ye-na/Kim Hye-rin. Mereka takluk setelah berjuang tiga game dengan skor akhir 21-9, 21-23, 19-21.

Advertisement

Greysia/Apriyani punya dua kali kesempatan memenangkan pertandingan dan melangkah ke semifinal. Pada gim kedua, Greysia/Apriyani berhasil menciptakan kedudukan match point 20-18.

Hanya satu angka lagi, Greysia/Apriyani melangkah ke babak empat besar.

"Ada perubahan pola permainan yang tidak mereka sadari, bisa jadi dikarenakan sudah terlalu yakin menang," kata Eng Hian melalui rilis dari PBSI. 

Pada gim ketiga, pasangan Indonesia peringkat kelima dunia tersebut juga sudah unggul jauh 16-7 dan hanya butuh lima angka lagi untuk memenangkan pertandingan.

Namun Chang/Kim perlahan mulai mengejar dan berhasil menyusul sehingga Greysia/Apriyani balik dalam tekanan.

"Pada saat poin lawan mendekat, mereka jadi bingung, tidak bisa mengembalikan pola permainan dan feeling pengontrolan pukulannya. Akibatnya semua otot jadi tegang dan jadi takut salah dan akhirnya malah membuat banyak kesalahan-kesalahan sendiri," beber Eng, mengevaluasi penampilan Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada perempat final. 

 

2 dari 2 halaman

Langsung Diingatkan

"Waktu saya lihat pola mereka berubah dan kehilangan satu poin, langsung saya ingatkan lagi untuk main dengan pola seperti di awal," lanjut Eng Hian. 

Dengan hasil tersebut, Greysia/Apriyani belum berhasil memenuhi harapan untuk mempertahankan gelar yang diraih pada tahun lalu.

Setelah Thailand Terbuka 2019, Greysia/Apriyani punya waktu kurang lebih dua minggu untuk mempersiapkan diri jelang World Championships 2019 yang akan berlangsung pada 19-25 Agustus di Basel, Swiss.