Salam Perpisahan Damian Lizio untuk Persebaya dan Bonek

oleh Aditya Wany diperbarui 19 Sep 2019, 11:45 WIB
Damian Lizio, gelandang Persebaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Damian Lizio sudah resmi meninggalkan Persebaya dalam bursa transfer pertengahan musim ini. Gelandang asal Bolivia itu terpaksa pergi lantaran Persebaya memilih mendatangkan pemain asing lain

Lizio dilepas Persebaya bersamaan dengan pengumuman kepergian Manuchehr Jalilov. Sebagai pengganti, klub berjulukan Bajul Ijo itu mendatangkan Aryn Williams dan Diogo Campos.

Advertisement

Pemain berusia 30 tahun itu tak langsung merespons saat ditanya Bola.com perihal kepergiannya dari klub asal Kota Pahlawan itu. Namun, dia lantas menyampaikan salam perpisahan dengan Persebaya dan pendukungnya, Bonek.

“Terima kasih, Persebaya, atas waktu yang telah kita jalani bersama. Saya berharap kamu bisa mendapat yang terbaik dan meraih kesuksesan. Saya akan menyimpan kenangan dan cinta yang luar biasa dari suporter hebat Bonek. Salam satu Nyali, Wani!” ungkap Lizio.

Damian Lizio meninggalkan kenangan penting bersama Persebaya. Dia resmi gabung Persebaya pada 20 Februari 2019 dan menjalani laga debut kontra Persidago Gonrontalo dalam babak 16 besar Piala Indonesia 201, serta mencetak masing-masing satu gol dan assist.

2 dari 2 halaman

Statistik di Persebaya

Gelandang Persebaya Surabaya, Damian Lizio, saat melawan Bhayangkara FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Sabtu (31/8). (Bola.com/Yoppy Renato)

Mantan pemain Timnas Bolivia itu juga tampil dalam turnamen pramusim Piala Presiden 2019 dan putaran pertama Shopee Liga 1 2019. Dalam tiga ajang, total dia telah membukukan enam gol dalam 25 pertandingan.

Lizio juga memegang peran penting buat Persebaya yang menjadi runner-up Piala Presiden 2019 setelah dikalahkan Arema FC di partai puncak. Hanya, performa mantan pemain River Plate itu menurun di kompetisi Liga 1 2019.

Sampai sekarang belum ada kepastian klub mana yang akan menjadi tujuan Lizio setelah dilepas Persebaya. Bursa transfer di Indonesia dan mayoritas negara lain di dunia telah ditutup dan peluangnya untuk mendapatkan klub baru tahun ini mengecil.