Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis Surabaya, Tempuh Perjalanan Jauh demi Cita-Cita

oleh Defri Saefullah diperbarui 20 Okt 2019, 23:30 WIB
Para peserta saat menatap layar untuk pengumuman lolos screening Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis di Surabaya (Liputan6.com/Defri Saefullah)

Jakarta Banyak tikar terhampar di luar GOR Sudirman, Surabaya, tempat berlangsungnya Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019, Minggu (20/10/2019). Tikar-tikar itu digunakan ibu-ibu untuk menunggu anaknya ikut Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis.

Entah untuk sekadar istirahat, tidur atau makan siang. Semuanya begitu senang menikmati suasana meski kondisi siang itu begitu hiruk pikuk dan panas cukup menyengat di Surabaya.

Advertisement

Tercatat 815 peserta ikut Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Surabaya. Peserta datang dari berbagai daerah. Selain peserta dari Jawa Timur, peserta dari Boven Digoel Papua pun ikut serta di ajang ini.

Jarak tempuh ratusan hingga ribuan kilometer rela ditempuh demi mengejar cita-cita menjadi pebulutangkis hebat. Simak saja cerita Muhammad Khoir, peserta U-13 putra dari Kebumen.

Dia sebenarnya sudah ikut Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di Purwokerto, tapi masih penasaran untuk bisa lolos lebih jauh lagi. "Harapan saya bisa jadi pebulutangkis hebat seperti Taufik Hidayat," katanya kepada Liputan6.com.

"Saya sudah empat kali ikut Audisi Umum, tapi baru kali ini mencoba di Surabaya. Semoga bisa tembus ke final di Kudus nanti. Selain Taufik Hidayat, saya juga ingin tangguh seperti Hendra Setiawan," ujarnya polos.

Ratusan peserta yang mendaftar tentu tidak hanya mendapatkan berita suka cita karena lolos ke final atau fase turnamen. Namun, ada juga yang harus menuai kecewa karena memang hanya sekadar tampil karena senang bermain bulutangkis.

Pencari bakat di Audisi Umum Bulutangkis Surabaya, Sigit Budiarto pun mengakui ada tipe anak-anak yang seperti itu.

"Ada yang masih mereka baru senang bermain. Tapi, ya saya rasa dengan adanya mereka mulai senang bermain itu satu langkah maju jadi semakin banyak anak-anak yang bermain bulutangkis tentunya kesempatan utk mencari bibit-bibit baru di tahun-tahun berikutnya semakin terbuka lebar," ujarnya.

"Kalau misalnya mereka sudah mulai belajar untuk ikut audisi meskipun belum bisa masuk ke tahap turnamen,tentunya ada motivasi lebih supaya di tahun berikutnya mereka belajar lagi berlatih lagi untuk bisa mengikuti sampai ke tahap turnamen. Kemudian tahun kedepannya lagi mungkin dia bisa mendapatkan prestasi," lanjutnya di sela-sela Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019.

2 dari 2 halaman

Bangga

Sigit Budiarto di depan para peserta Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis (dok: PB Djarum)

Ekspresi kecewa dan bangga terlihat dari wajah-wajah peserta siang menjelang petang itu. Saat pengumuman hasil screening untuk kategori putri di panggung utama, orang tua dan peserta langsung mengerumuni panggung tempat pengumuman.

Sigit Budiarto pun memberi pesan-pesan kepada peserta menjelang pengumuman. Detik-detik penantian terasa cepat dan nama-nama yang lolos screening pun terlihat di layar.

Ada yang bereaksi biasa, tapi ada pula yang saling berpelukan. Susi, orang tua peserta mengaku bangga putrinya, Nasya, bisa lolos ke tahap turnamen. "Belajar bulutangkis dari kelas 3 SD. Mudah-mudahan cita-citanya jadi pebulutangkis andal tercapai," ujarnya.

Ada 358 peserta yang dinyatakan lolos ke tahap turnamen yang akan digelar pada Senin (21/10/2019). Pada fase ini akan disaring 32 besar, 16 besar hingga semifinal dan final. Empat pemain putra yang lolos semifinal dan dua peserta putri lolos final akan langsung lolos ke final Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Kudus.

Berita Terkait