3 Kontroversi VAR di Premier League

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 30 Okt 2019, 20:45 WIB
Wasit Nestor Pitana memeriksa VAR pada laga Copa America 2019 antara Brasil dan Bolivia. (AFP/Pedro Ugarte)

Bola.com, Jakarta Mulai musim ini, Premier League mulai menerapkan penggunaan Video Assistant Referee (VAR). Sebelum menggunakan VAR, Premier League sudah menggunakan Goal Line Technology (GLT) sebagai teknologi penentu terjadinya gol pada suatu pertandingan.

VAR didesain untuk membantu wasit untuk meninjau kembali keputusan yang ia ambil. Hanya ada empat keputusan yang ditinjau dengan teknologi VAR, yaitu penentuan gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan dalam pemberian kartu kuning atau merah.

Advertisement

Penggunaan VAR telah menarik perhatian pecinta sepak bola sejak Piala Dunia tahun lalu. Beberapa kompetisi di dunia sudah memakai teknologi tersebut.

Di Inggris sendiri, VAR sudah mulai digunakan di Piala FA dan Piala Liga musim lalu. Namun, penggunaannya hanya sebatas pada beberapa pertandingan penting saja.

Sementara itu, Premier League baru menggunakan teknologi tersebut musim ini. Sejak kehadiran VAR, wasit telah mengesahkan 19 gol berkat tekonolgi tersebut.

Namun, teknologi tersebut tidak sepenuhnya bebas dari masalah. Beberapa keputusan kontroversial hadir setelah VAR dipergunakan di Premier League.

Berikut kami rangkum tiga kontroversi VAR di Premier League:

2 dari 4 halaman

David Silva vs Bournemouth, 25 Agustus 2019

Manchester City sedang melakukan kunjungan ke Stadion Vitality, markas dari AFC Bournemouth. Juara bertahan Premier League tersebut menang mudah dengan skor 3-1 pada laga tersebut.

Pada laga tersebut, VAR tidak bekerja dengan baik. Jafferson Lerma dengan jelas melanggar David Silva di kotak penalti. Wasit yang bertugas saat itu, Andre Marriner, membiarkan hal tersebut dan meneruskan jalannya pertandingan.

3 dari 4 halaman

Sebastian Haller vs Norwich City, 31 Agustus 2019

Pada laga West Ham United kontra Norwich, wasit kembali lalai dalam mengambil keputusan. Striker West Ham, Sebastian Haller yang sedang mengelabui pertahanan Norwich City dengan sengaja dijatuhkan Tom Trybull di kotak terlarang. Wasit yang bertugas, Paul Tierney dan asisten VAR, Andre Marrier tak melihat kejadian tersebut sebagai pelanggaran dan tetap melanjutkan pertandingan. VAR benar-benar bekerja pada laga kali ini.

4 dari 4 halaman

Divock Origi vs Manchester United, 20 Oktober 2019

Salah satu keputusan kontroversial hasil VAR terjadi pada laga panas Manchester United vs Liverpool. Manchester United unggul terlebih dahulu melalui gol Marcus Rashford. Sebelumnya, Martin Atkinson tetap melanjutkan pertandingan setelah terjadi kontak antara Victor Lidelof kepada Divock Origi. Terlihat Lindelof sedikit mengganjal kaki dari Origi. Walau sudah meninjau tayangan ulang melalui VAR, Atkinson tetap mengesahkan gol tersebut. (Bola.com/Tegar Juel)