Bonek Anggap Hukuman Komdis PSSI untuk Persebaya Tidak Adil

oleh Aditya Wany diperbarui 02 Nov 2019, 21:30 WIB
Bonek masuk lapangan saat laga Persebaya Surabaya Vs PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (29/10/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Kelompok suporter Persebaya, Bonek, kecewa berat dengan sanksi Komdis PSSI. Persebaya mendapat sanksi berupa denda Rp200 juta dan bertanding tanpa penonton, baik di laga kandang maupun tandang Shopee Liga 1 2019.

Sanksi itu merupakan imbas kericuhan yang dilakukan Bonek saat Persebaya menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (29/10/2019). Bonek merusak banyak properti dan fasilitas stadion yang menjadi sorotan berbagai pihak.

Advertisement

Koordinator Green Nord atau Bonek tribune utara, Cak Cong, sangat menyayangkan keputusan Komdis PSSI. Dia menilai Persebaya hanya menjadi korban ketidakadilan federasi.

"Saya akui yang melakukan tindakan kerusuhan itu Bonek, bukan oknum. Ini murni dari kami. Tapi, kami melakukan protes kepada manajemen klub. Kami tidak puas," kata Cak Cong kepada Bola.com, Sabtu (2/11/2019).

"Tapi, Komdis itu tidak pernah memberi edukasi kepada suporter. Bisanya hanya mendenda dan memberi hukuman seperti ini. Federasi hanya tinggal menikmati tanpa membantu klub mengurus persoalan suporter," imbuhnya.

Cak Cong kemudian menyoroti insiden yang pernah terjadi musim lalu saat laga Arema melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 15 April 2018.

Saat itu, suporter Arema masuk ke lapangan, juga melakukan tindakan kerusuhan. Bahkan, pelatih Persib saar itu, Mario Gomez, menjadi korban pelemparan hingga kepalanya berdarah.

2 dari 2 halaman

Sulit Menerima

Laga Persebaya Surabaya Vs PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (29/10/2019), diwarnai kericuhan. (Bola.com/Aditya Wany)

Panpel Arema hanya dihukum denda Rp250 juta dan Rp50 juta serta larangan membuka tribune stadion bagian timur selama dua pertandingan.

"Itu yang terjadi sampai melukai tim lawan. Pelatih lawan juga berdarah. Kenapa mereka malah mendapat hukuman yang jauh lebih ringan? Ini kan aneh," ucap Cak Cong.

"Saat insiden melawan PSS, kami tidak menyentuh sama sekali tim PSS atau suporternya. Bahkan hubungan kami juga tetap baik. Kami hanya memprotes manajemen Persebaya sendiri. Sekarang hukumannya malah jauh lebih berat," tuturnya.

Cak Cong menyebut Bonek sulit menerima hukuman yang diberikan oleh Komdis PSSI. Dia melihat adanya tebang pilih terhadap klub saat memberi hukuman akibat suatu insiden.

"Sejak lama federasi tidak suka pada Persebaya. Hukuman Komdis ini sangat tidak adil. Dalam situasi ini, mereka tidak memberi solusi dan malah melahirkan masalah baru untuk suporter," ujar Cak Cong.

Berita Terkait