Jesse Lingard Merasa Lega Setelah Curhat dengan Ole Gunnar Solskjaer

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 14 Des 2019, 18:45 WIB
Gelandang Manchester United, Jesse Lingard, merayakan gol ke gawang Liverpool pada laga Premier League di Anfield, Minggu (16/12/2018). (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Jesse Lingard mengungkapkan bagaimana obrolannya secara empat mata dengan manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer membantunya banyak dalam memperbaiki mental bertandingnya musim ini.

Gelandang Setan Merah berusia 26 tahun tahun itu diketahui memiliki persoalan keluarga. Lingard kini memiliki tanggung jawab lebih setelah ibunda tersayangnya jatuh sakit.

Advertisement

Lingard mengakui ada tekanan berlebih terhadap permainannya pada awal musim ini. Padahal, ia diketahui sebagai pribadi yang ceria dan terlihat tidak memiliki beban banyak.

"Saya biasanya ceria dan selalu ingin membuat orang lain tersenyum. Saya tahu orang-orang melihat ada yang berbeda dengan saya," kata Lingard.

"Saya merasa jatuh, khawatir berlebihan. Saya merasa orang lain memberikan beban ke pundak saya. Seperti, 'Nih, Jesse, semua ini jadi tanggung jawabmu'," katanya lagi.

Ia lantas memutuskan untuk berbicara dengan Solskjaer. Dari situ, Lingard menemukan kelegaan karena dukungan penuh dari sang manajer.

"Saya tidak menampilkan performa bagus, Solskjaer menuntut saya lebih. Saya temui dia dan menceritakan keluh kesah saya. Solskjaer mengatakan kepada saya untuk bermain seperti biasa saja dan tersenyum," ujar Lingard menambahkan.

"Mendengar itu kepercayaan diri saya kembali normal. Dia tahu betul karakter saya. Jadi, saya hanya perlu tersenyum. Katanya, semua akan baik-baik saja. Ucapan tersebut adalah yang saya butuhkan selama ini. Solskjaer bilang dia mau lihat Jesse yang dulu," lanjut pemain Manchester United itu.

2 dari 2 halaman

Seputar Aktivitas Media Sosial

Ekspresi pemain Manchester United, Jesse Lingard, setelah laga kontra Bournemouth, di Premier League, Sabtu (2/11/2019). (AFP/Glyn Kirk)

Lingard memang tipikal 'anak kekinian' yang gemar menggunakan fasilitas media sosial. Hanya saja, ia kerap kali dikritik karena sikapnya yang kekanak-kanakan.

Terakhir, kritikan mendatanginya usai mengunggah sebuah video dirinya dengan rekan setimnya, Marcus Rashford. Video tersebut dianggap terlalu vulgar untuk pengikutnya yang berusia muda.

"Saya sadar saya salah. Saya memiliki banyak pengikut yang masih muda, seharusnya saya tidak mengunggah video tersebut," katanya menjelaskan.

"Itu kecelakaan. Saya berniat mengirimnya secara personal kepada teman saya. Saat itu saya sedang di pesawat menunggu tinggal landas. Tiba-tiba seseorang mengirimkan pesan, 'Hapus video tersebut!'."

"Setelah itu saya merasa karier saya tamat di United," katanya memungkasi.

 

Sumber: Four Four Two