Dua Penyerang Menyusul Pamit dari Arema FC

oleh Iwan Setiawan diperbarui 07 Jan 2020, 15:15 WIB
Striker Arema FC, Nur Hardianto, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Tira Persikabo pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Kamis (24/10). Arema tahan imbang 1-1 Tira Persikabo. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Malang - Manajemen Arema FC baru saja merilis 10 pemain yang dilepas. Namun, jumlah tersebut kini bertambah. Dua penyerang Arema FC, Ahmad Nur Hardianto dan Ricky Kayame, berpamitan melalui akun Instagram masing-masing.

Dalam salam perpisahan tersebut, kedua pemain menyampaikan rasa terima kasih kepada Arema maupun kepada Aremania yang memberi kesempatan bermain bersama Singo Edan. Kepergian keduanya, membuat kini total sudah ada 12 pemain yang resmi dilepas oleh Arema FC.

Advertisement

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, menyampaikan kedua pemain tersebut memang memilih untuk tidak melanjutkan kontraknya. Padahal Ahmad Nur Hardianto sempat dihubungi untuk bisa bertahan di Malang.

"Hardianto sempat diberikan penjelasan bahwa dia dipertahankan. Namun, keputusannya sudah bulat, jadi kami tidak bisa menghalanginya lagi," ujar Ruddy Widodo.

Ahmad Nur Hardianto membela Arema FC dalam dua musim terakhir. Namun, pemain yang kini berusia 24 tahun itu tidak kunjung menjadi pilihan utama di lini serang Singo Edan. Setiap musimnya, Nur Hardianto tampil dalam 15 pertandingan, meski pada 2019 kesempatannya untuk menjadi starter lebih banyak.

Namun, kesempatan menjadi starter dalam delapan pertandingan bersama Arema FC itu baru didapatkannya ketika Dedik Setiawan dan Sylvano Comvalius mengalami cedera. Bisa jadi keputusannya untuk hengkang karena ingin mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak di tim lain.

 

 

2 dari 2 halaman

Ricky Kayame Memang Harus Pergi

Ricky Kayame siap membuat Persebaya menyesal melepasnya. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Sementara itu, Ricky sudah tak ada dalam lineup Arema FC pada akhir musim 2019. Penyebabnya karena sang pemain sempat melakukan perayaan bersama para pemain tim rival, Persebaya Surabaya, saat Arema FC kalah telak 1-5 di Stadion Batakan, Balikpapan pada 8 Desember 2019.

"Waktu itu pelatih yang memberikan kebijakan untuk Kayame tidak masuk dalam lineup dua laga terakhir musim 2019," ujar media officer Arema FC, Sudarmaji.

Aremania sempat emosi karena sikap Ricky Kayame. Mereka meminta agar sang pemain segera hengkang dari Arema. Padahal jika melihat kualitas, Ricky Kayame bukan pemain sembarangan. Ia menjadi top scorer Piala Presiden 2019 ketika membawa Arema FC menjadi juara.

Berita Terkait