Persebaya Siapkan Mental Mahmoud Eid untuk Hadapi Persija

oleh Aditya Wany diperbarui 02 Mar 2020, 16:15 WIB
Dua pemain asing Persebaya, Mahmoud Eid dan Makan Konate, usai melakukan selebrasi. Persebaya Surabaya menjadi juara setelah menang 4-1 atas Persija Jakarta di final Piala Gubernur Jatim 2020 yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (20/2/2020). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Penyerang Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid, bakal menjadi sorotan saat timnya melawat ke markas Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/3/2020). 

Pemain berpaspor Palestina itu punya memori kurang apik saat kedua tim berjumpa di final Piala Gubernur Jatim 2020.

Advertisement

Mahmou Eid melakukan selebrasi kontroversial di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, 20 Februari 2020. Dia melakukan gesture yang memancing ke arah bangku cadangan Persija. Pada laga itu, Persebaya akhirnya menang 4-1 dan keluar sebagai juara.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, sudah memberi peringatan kepada Mahmoud Eid menjelang pertandingan ini. 

“Saya sudah memberikan arahan kepada Mahmoud untuk tidak berlebih-lebihan saat selebrasi. Siapapun lawannya, meskipun rivalitas, jangan sampai berlebihan. Dia juga sudah meminta maaf,” kata Aji Santoso. 

Kejadian itu berlangsung pasca Mahmoud mencetak gol keempat yang lahir pada menit ke-80 dan membuat skor pertandingan menjadi 4-1. Selesai membobol gawang Shahar Ginanjar, dia berlari ke arah bangku cadangan Persija. 

Pemain berpaspor Palestina itu memperlihatkan gesture meremehkan tim lawannya. Mulanya dia menunjuk ke bawah, lalu menyilangkan tangan di depan, dan merentangkan kedua tangannya. Seolah dia ingin menyampaikan bahwa permainan Persija telah selesai. 

Sontak, seluruh pihak di bangku cadangan Persija berdiri dan merespons bahasa tubuh Mahmoud itu dengan amarah. Para wasit berusaha menenangkan kedua pihak. Mahmoud lantas diminta menjauh oleh para pemain Persebaya lainnya. 

Video

2 dari 2 halaman

Sudah Meminta Maaf

Gelandang asing Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid. (Bola.com/Aditya Wany)

Pemain kelahiran Swedia itu sebenarnya sudah meminta maaf secara langsung kepada semua pihak Persija. Mulanya, dia menghampiri striker Persija, Marko Simic, dan menjelaskan tidak ada niat buruk dalam selebrasi itu.

Dia menjadi pemain paling terakhir bersiap-siap ke podium untuk menerima medali dan trofi juara turnamen pramusim tersebut. Sebelumnya, dia mengaku tidak berniat buruk mengenai selebrasi itu. Mahmoud juga mengunggah permintaan maaf di akun instagramnya.  

Pemain berusia 26 tahun itu sangat mungkin mendapat tekanan khusus dari suporter Persija, The Jakmania. Aji menilai tekanan suporter tuan rumah menjadi hal yang biasa dalam pertandingan penuh rivalitas. 

“Tidak masalah, biasa saja. Dalam sepak bola tekanan seperti itu pasti ada dari banyaknya suporter. Tapi, saya rasa akan baik-baik saja, para suporter juga. Mereka tetap meneriaki dari pinggir lapangan dan tidak sampai masuk lapangan, jadi tidak masalah,” tutur Aji.

Berita Terkait