Rencana Potong Gaji Akibat Pandemi Virus Corona, Cristiano Ronaldo Terbesar

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 20 Mar 2020, 17:05 WIB
Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo, berlari di lapangan saat stadion kosong tanpa penonton menyusul merebaknya wabah virus Corona di Italia dan mempengaruhi jalannya pertandingan melawan Inter Milan di Juventus Stadium, Turin, Senin (9/3/2020) WIB. (Vince

Bola.com, Jakarta - Pandemi virus Corona membuat kompetisi papan atas di kawasan Eropa terhenti. Lima teratas sudah melakukan penundaan, yakni Serie A, Premier League, Bundesliga, Ligue 1 dan La Liga.

Banyak efek dari penghentian sementara tersebut, mulai dari hak siar sampai ketiadaan tontonan klub kesayangan bagi para fan. Khusus efek untuk klub, biaya tetap berjalan, terutama gaji, sedangkan pemasukan tak stabil akibat ketiadaan pasokan dari penjualan tiket pertandingan dan sponsor berjalan.

Advertisement

Tuttosport merilis kemungkinan rencana pemotongan gaji para pemain di Serie A dengan mekanisme proporsional. Potongan terbesar adalah sepertiga, yang dihitung dari pembulatan sisa musim 2019-2020.

Jika standar tersebut terealisasi, Tuttosport menghitung, Cristiano Ronaldo akan menerima nasib pemotongan gaji terbesar. Pemain Juventus tersebut mendapat gaji 31 juta euro pada musim ini. Walhasil, jika berlaku, gaji sang pemain akan dipotong sekitar 10 juta euro atau lebih dari Rp140 miliar.

 

2 dari 2 halaman

Urutan Nilai

3. Matthijs de Ligt (Juventus) – Tampil memukau bersama Ajax Amsterdam membuat pemain berusia 19 tahun ini diboyong Juventus. Pria asal Belanda ini pun tercatat sebagai pemain muda ketiga termahal sejagad dengan harga 85,5 Juta Euro. (AP/Filippo Venezia)

Pada ranking selanjutnya, pemotongan terbesar bakal diterima De Ligt yang bergaji 8 juta euro, Romelu Lukaku (7.5 juta euro), Gonzalo Higuain (7,5 juta euro), Paulo Dybala (7,3 juta euro) dan Aaron Ramsey (7 juta euro). Selain itu, ada Adrian Rabiot (7 juta euro), Miralem Pjanic (6,5 juta euro) dan Koulibaly (6 jut euro).

Pada sisi lain, Tuttosport merilis kemungkinan kerugian yang akan diterima Serie A. Jika kompetisi berlangsung tanpa penonton, nilai kerugian bisa mencapai angka 150 juta euro. Nilai tersebut akan naik ke angka 700 juta euro, yang merujuk efek jika Liga Italia Serie A 2019-2020 berhenti total.

Sumber : Tuttosport