Kompetisi Disetop, Psikologis Pemain Persebaya Terpukul

oleh Ario Yosia diperbarui 03 Apr 2020, 17:25 WIB
Pemain Persik Kediri, Ibrahim Sanjaya berduel dengan penyerang Persebaya, Bayu Nugroho di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (10/2/2020). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Jakarta Penghentian Shopee Liga 1 2020 akibat pandemi virus corona COVID-19 dinilai cukup berdampak negatif memukul mental pemain. Sebab, penangguhan terjadi saat kompetisi baru dimulai. Gelandang Persebaya Surabaya, Bayu Nugroho, mengaku mengalaminya saat ini.

Ia menyebut saat ini kondisi psikologisnya terpukul. "Sedikit banyak ada pengaruhnya, karena kami baru mau memulai kompetisi musim ini dengan beberapa pertandingan saja. Tapi dengan kondisi yang seperti sekarang ini, kompetisi pun memang tak bisa dipaksa berjalan," katanya kepada Bola.net (media segrup dengan Bola.com).

Advertisement

"Tapi dengan kondisi yang seperti sekarang ini terpaksa harus membuat kompetisi terhenti," imbuh pemain asal Surakarta tersebut.

Kompetisi Shopee Liga 1 2020 ditangguhkan oleh PSSI sampai 29 Mei mendatang. Jika situasinya memungkinkan, pertandingan akan kembali digelar pada 1 Juli 2020.

Apalagi, lanjut Bayu, penghentian kompetisi akibat pandemi virus corona memaksa pemain untuk terus berada di rumah. Kondisi itu membuat pemain bosan.

"Terkadang sesekali jalan-jalan di sekitar rumah atau olahraga kecil," lanjut Bayu, untuk mengusir kebosanan.

Selain dampak psikologis, Bayu mengatakan, penghentian kompetisi juga berpengaruh terhadap kondisinya. Karena cukup lama tidak berlatih dengan tim.

Video

2 dari 2 halaman

Pemain Asing Mudik Semua

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Yoppy Renato)

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso mengizinkan pemain asingnya untuk pulang kampung. Aji memberi kebebasan kepada mereka karena situasinya belum jelas.

Sebelumnya, dua pemain asing Persebaya, David da Silva dan Mahmoud Eid memutuskan pulang ke negaranya masing-masing. Mereka menyusul Aryn Williams yang lebih dulu mudik.

”Saya beri kebebasan untuk pulang karena situasi yang masih belum jelas,” kata Aji Santoso seperti dilansir laman resmi klub.

”Untuk jadwal tim kami juga mengikuti arahan dari PSSI,” imbuh arsitek asal Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut.

Kebijakan ini diberlakukan buat pemain lokal. Sejak libur satu per satu pemain Bajul Ijo mudik ke kampung halamannya masing-masing meninggalkan kota Surabaya.

 

Sumber asli: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Mustopa El Abdy, Published 2/4/2020)

 

Berita Terkait