Jadi Sobat Ambyar Sejak SMP, Bek Arema Ungkap Kenangan Nonton Konser Didi Kempot

oleh Iwan Setiawan diperbarui 05 Mei 2020, 18:00 WIB
Bek sayap anyar Arema FC, Muhammad Taufik Hidayat. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Semarang - Bek Arema FC, M. Taufik Hidayat sedih dengan meninggalnya musisi Didi Kempot pada Selasa (5/5/2020) pagi di Solo. Sejak duduk di bangku SMP, Taufik mengidolakan musisi campursari tersebut.

Bek berusia 27 tahun ini lahir di Demak, Jawa Tengah. Satu provinsi dengan tanah kelahiran Didi Kempot, sehingga semua kalangan di daerah itu memang jadi penikmat musik campursari tersebut.  

Advertisement

“Saya sudah lama suka dengan lagu-lagunya. Sejak masih sekolah. Jadi jauh sebelum ada sebutan sobat ambyar (sebutan fans Didi Kempot) seperti sekarang. Beliau musisi legendaris bagi saya. Isi lagunya realistis. Tidak aneh-aneh, apa adanya. Nada simpel dan mudah diingat. Apalagi untuk pengantar tidur enak banget lagunya,” kata mantan pemain PSIS Semarang ini.

Hampir setiap mau tidur, Taufik mendengarkan lagu-lagu Didi Kempot di YouTube. Dia tak pernah bosan. Taufik juga sering menikmati konser Didi Kempot di YouTube.

Ditanya tentang kenangan Didi Kempot, Taufik mengaku sempat melihat konsernya secara langsung. Dia bersama teman-temannya nonton konser itu pada tahun 2013 di Simpang Lima, Semarang. Saat itu, dia masih belum jadi pesepak bola profesional.

“Saya masih ingat waktu itu baru lulusan SMA. Sekali itu saya nonton konsernya secara langsung,” kenangnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Karya Abadi

Penampilan Maestro musik campur sari Indonesia, Didi Kempot, pada konser "The Lord of Loro Ati" di kawasan SCBD, Jakarta, 6 Desember 2019 lalu. Didi Kempot, meninggal dunia Selasa (5/5/2020) pukul 07.45 WIB di Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Solo. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Taufik bangga pernah menyaksikan konser Didi Kempot secara langsung. Apalagi di Semarang, juga banyak fans Didi Kempot, sehingga konsernya berjalan meriah. Setelah itu, Taufik tak pernah lagi melihat konser karena fokus dengan kariernya di sepak bola.

Bapak satu anak ini mengaku sudah hafal dengan sejumlah lagi top milik Didi Kempot, di antaranya tembang berjudul Banyu Langit, Cidro hingga Sewu Kuto.

Sebenarnya, dia berharap kedepan masih banyak lagi baru yang diciptakan musisi berjulukan Godfather of Broken Heart ini. Namun, Tuhan berkata lain.

“Sekarang hanya bisa menikmati lagu-lagunya. Karyanya akan abadi,” sambungnya. 

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

Berita Terkait