14 Aksi Mulia dan Menyentuh Cristiano Ronaldo, Hibur Bocah Lebanon hingga Menyumbang untuk Perangi Corona

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 11 Mei 2020, 11:00 WIB
Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo saat merayakan gol yang dicetak ke gawang Cagliari pada lanjutan Serie A, Selasa (7/1/2020). Dalam duel ini, Juventus menang dengan skor 4-0. (Marco Bertorello / AFP)

Bola.com, Jakarta - Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo, merupakan satu di antara pesepak bola berpenghasilan tertinggi di dunia. Mungkin hanya Lionel Messi yang kini menyaingi pendapatan Ronaldo. 

Selain menerima gaji fantastis di Juventus, Cristiano Ronaldo juga meraup pendapatan besar dari kesepakatan sponsor. Sponsor yang mendukungnya antara lain Nike, Armani, KFC, hingga Herbalife. Ronaldo juga mendapat penghasilan melimpah dari binis baju, sepatu, pakaian dalam, hingga bisnis hotelnya.  

Advertisement

Dipuja oleh penggemarnya karena keterampilan dan prestasinya, Ronaldo juga memiliki pasukan kritikus yang membenci perilakunya yang kasar sangat terobsesi dengan penampilan dan merek.

Tetapi sementara banyak orang mencemooh Ronaldo, mungkin tak banyak yang tahu tentang berbagai kegiatan amal yang dilakukannya. Pemain asal Portugal itu dikenal sebagai pemain yang murah hati dan berhati besar. 

Dia juga menjadi satu di antara atlet yang merogoh kocek untuk ikut memerangi pandemi virus corona yang melanda dunia. Ronaldo juga diketahui kerap melakukan aksi-aksi menyentuh dan mulia untuk fansnya. 

Berikut ini 14 aksi mulia dan menyentuh yang pernah dilakukan Cristiano Ronaldo, seperti dilansir The Sun, Minggu (10/5/2020). 

 

2 dari 15 halaman

1. Pemotongan Gaji untuk Perangi Corona

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, menegaskan Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala bisa main bersama. Menurut Sarri, duet keduanya cukup baik dan keduanya semakin kompak serta mampu tampil impresif. (AFP/Isabella Bonotto)

Dengan kekayaan mencapai 500 juta pounds (Rp9,15 triliun), Anda bisa saja bilang pemotongan gaji sepanjang kondisi tidak menentu akibat pandemi virus corona tidak akan merugikan Ronaldo. 

Tapi, tidak semua pesepak bola setuju dengan ide tersebut. Ronaldo malah menjadi salah satu pelopor untuk pemotongan gaji ini. Ia dengan sukarela membiarkan gajinya untuk bulan Maret, April, Mei, dan Juni, dipangkas sembari melihat perkembangan dampak virus corona terhadap pesepak bola.  

Menurut perkiraan, Ronaldo kehilangan sekitar 3,8 juta pounds (Rp69,6 miliar) akibat pemotongan gaji tersebut. 

 

3 dari 15 halaman

2. Donasi untuk Rumah Sakit di Portugal

Cristiano Ronaldo berebut bola dengan pemain Wales dalam pertandingan semifinal Euro 2016 antara Portugal melawan Wales di stadion Parc Olympique Lyonnais pada 6 Juli 2016. (AFP/Philippe Desmazes)

Berdasarkan kabar yang beredar di media, Ronaldo juga berdonasi senilai 1 juta pounds (Rp18,3 miliar) untuk rumah sakit di Portugal dalam rangka penanggulangan virus corona. 

Rumah sakit di Porto dan Lisbon yang menerima donasi dari Ronaldo itu. Mereka menerima berderet tempat tidur dan banyak ventilator untuk menangani pasien yang terjangkit corona.   

Presiden Rumah Sakit Santa Maria Lisbon, Daniel Ferro, mengungkapkan aksi simpatik Ronaldo tersebut. 

"Kami dihubungi oleh Jorge Mendes (agen Ronaldo), yang mewakili Cristiano Ronaldo untuk mendanai dua unit ICU untuk para pasien yang kritis akibat COVID-19," ujar Ferro. 

"ICU tersebut dilengkapi monitor, infus, tempat tidur, dan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan untuk merawat pasien virus corona," imbuh Ferro. 

 

 

4 dari 15 halaman

3. Sumbangkan Separuh Bonus dari Timnas Portugal

Cristiano Ronaldo berebut bola atas saat Portugal menghadapi Ukraina dalam laga kualifikasi grup B Euro 2020 di Stadion Luz, Lisbon pada 22 Maret 2019. (AFP/Ptricia De Melo Moreira)

Berdasarkan pengakuan bintang Manchester City yang juga rekan setim Ronaldo di Portugal, Bernardo Silva, sang bintang Juventus itu mengajak skuat Timnas Portugal berdonasi bersama. Ronaldo mengajak para pemain Portugal menyumbangkan 40 persen bonus dari keberhasilan lolos ke Piala Eropa 2020 untuk ikut memerangi virus corona.  

"Jadi kami terkualifikasi ke Piala Eropa 2020, yang kini akan digelar pada 2021," kata Silva. 

"Dia memberi ide kepada kami supaya mendonasikan sebagian bonus. Jadi, saya rasa tim nasional kami, para pemain kami akan mendonasikan 50 persen dari bonus kualifikasi," imbuh Silva. 

 

5 dari 15 halaman

4. Jual Sepatu Emas untuk Amal

Cristiano Ronaldo mencium trofi "Golden Boot 2011" sebagai pencetak gol terbanyak Eropa, 4 November 2011. (AFP/Dani Pozo)

Pada 2011, Cristiano Ronaldo dianugerahi Sepatu Emas Eropa setelah mencetak 40 gol di Real Madrid. Padahal saat itu Los Blancos hanya finis kedua di La Liga dan tersingkir di semifinal Liga Champions. 

Ketimbang menyimpan penghargaan itu di lemari trofinya, Ronaldo memilih menjualnya untuk amal. Sepatu emas tersebut dilelang dan laku 1,2 juta pounds (Rp21,9 miliar). Uang tersebut kemudian disumbangkan untuk membangun sejumlah sekolah di wilayah Gaza. 

 

6 dari 15 halaman

5. Jual Trofi Ballon untuk Amal

Cristiano Ronaldo meraih tiga kali penghargaan Ballon d'Or yaitu pada tahun 2008, 2013 dan 2014. (AFP Photo/Franck Fife)

Ronaldo kembali menjual barang berharga miliknya untuk amal pada 2017. Kali ini yang dijual adalah trofi Ballon d'Or 2013. Trofi tersebut dilelang pada acara amal di London.  

Gala dinner yang diselenggarakan oleh Yayasan Make-A-Wish Foundation, yang fokus bergerak untuk membantu anak-anak yang terancam nyawanya dan sakit parah, menuai kesuksesan. 

Trofi Ballon d'Or milik Ronaldo itu menghasilkan 530 ribu pounds (Rp9,7 miliar) untuk yayasan itu. 

 

7 dari 15 halaman

6. Jadi Duta untuk Yayasan Kemanusiaan

Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, terlihat selama matchday kelima Grup D Liga Champions menghadapi Atletico Madrid di Allianz-Stadium, Turin, Selasa (26/11/2019). Meski gagal menyumbangkan gol, namun penampilan baru Ronaldo di laga tersebut menjadi sorotan. (Marco Bertorello / AFP)

Ronaldo terus menggunakan citra globalnya untuk kegiatan-kegiatan bermanfaat. Dia menjadi duta untuk tiga organisasi amal ternama, yaitu Save the Children, Unicef, dan World Vision. Dia juga banyak berbicara tentang hal-hal yang berhubungan dengan kemanusiaan. 

Saat pidato penerimaan Ballon d'Or 2014, Ronaldo menyebutkan kelompok anak-anak pengidap leukemia yang ditemuinya. Ia terus berbicara tentang peran seperti itu. 

Pada 2016, ia merekam pesan untuk anak-anak yang terdampak konflik di Suriah. Ronaldo menyebut anak-anak itu sebagai pahlawan sejati dan menegaskan ia selalu siap mendampingi mereka. 

Ronaldo juga pernah memberikan donasi rahasia kepada Save the Children, yang jumlahnya ditutup rapat. 

 

 

8 dari 15 halaman

7. Sumbangkan Bonus ke Palang Merah dan Unicef

Penyerang Real Madrid Cristiano Ronaldo menggendong trofi sambil menunjukkan lima jarinya usai menjadi juara Liga Champions di Stadion NSK Olimpiyskiy, Ukraina (26/5). (AP/Pavel Golovkin)

Ronaldo juga pernah menyumbangkan uang bonus yang ia peroleh dari UEFA karena penampilan luar biasanya di lapangan. 

Pada 2013, ia dinobatkan sebagai bagian Tim Terbaik Eropa dan berhak mendapat bonus 89 ribu pounds (Rp1,6 miliar) dari UEFA. Namun, alih-alih mencairkan uang tersebut, Ronaldo memilih menyumbangkannya ke Palang Merah. 

Setahun berselang Ronaldo memotori keberhasilan Real Madrid meraih gelar ke-10 di kancah Liga Champions dan dikucuri bonus 450 ribu pounds (Rp9,89 miliar) dari Los Blancos. 

Tapi, CR7 lagi-lagi memilih menyumbangkan bonus tersebut kepada Unicef, World Vision, dan Save the Children.

 

 

9 dari 15 halaman

8. Donor Darah

Cristiano Ronaldo, pemain fenomenal asal Portugal ini sukses mencetak 118 gol dari 292 penampilan bersama MU. Namun dirinya hijrah ke Real Madrid pada tahun 2009 dengan harga 80 juta poundsterling. (AFP/Andrew Yates)

Cristiano Ronaldo merupakan satu di antara pesepak bola yang tidak memiliki tato di tubuhnya. Ia punya alasan khusus di balik keputusannya tersebut. 

Ronaldo secara reguler mendonorkan darahnya dan juga terlibat dalam kampanye untuk mengajak masyarakat melakukan hal yang sama. 

Orang yang bertato bisa mendonorkan darah. Akan lebih amannya lagi, bila tato tersebut telah memasuki usia satu tahun atau lebih. Ronaldo tidak membuat tato supaya bisa melakukan donor darah secara teratur. 

"Kita bisa membuat perbedaan besar dengan mendonorkan darah. Setiap donasi bisa bermanfaat untuk satu hingga tiga orang dalam situasi sulit dan yang sedang menjalani perawatan jangka panjang. Itulah mengapa saya antusias menginformasikan pentingnya donor darah dan mengajak orang-orang untuk berdonor darah dan menyelamatkan banyak nyawa," kata Ronaldo pada 2015. 

 

 

10 dari 15 halaman

9. Sumbangan untuk Pusat Perawatan Kanker di Portugal

Cristiano Ronaldo foto bersama agen Jorge Mendes, Cristiano Jr dan Ibunya Maria Dolores saat penghaargaan atas pencapain sebagai Top Skor sepanjang masa El Real di Stdion Santiago Bernabeu, Madrid, Jumat (2/10/2015). AFP Photo / Gerard Julien

Ibu Cristiano Ronaldo, Dolores Aveiro, selamat dari penyakit kanker payudara pada 2007. Mantan pemain Manchester United sangat berterima kasih kepada pusat perawatan di Portugal yang merawat ibunya. Dia menyumbangkan 120 ribu pounds (Rp2,19 miliar) kepada mereka. 

 

 

11 dari 15 halaman

10. Mengundang Anak Yatim-Piatu

Seorang fan Real Madrid yang tinggal di Beirut (Lebanon), Haider, menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya terbunuh karena serangan bom bunuh diri. Berita itu sampai ke Real Madrid dan si anak diundang oleh klub raksasa Spanyol  itu. 

Di Madrid, sang anak akhirnya bertemu dengan Ronaldo, yang merupakan pemain favoritnya. Video pertemuan Ronaldo dan anak itu sungguh mengharukan. Sang anak tampak menangis haru saat dipeluk Ronaldo. 

 

12 dari 15 halaman

11. Membantu Suporter Anak-anak

Ronaldo mendengar tentang kisah  Nuhuzet Guillen, seorang bocah pengidap kanker pada 2009. Setelah mengetaui tentang cerita itu, Ronaldo mengirimkan sopir untuk menjemput bocah tersebut dan keluarganyanya, kemudian dibawa ke hotel tempat para pemain Real Madrid menginap. 

Setelah keluar dari lift, dia dikabarkan melemparkan guyonan kepada si bocah. "Apakah kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?" 

Dia mendedikasikan golnya untuk Nuhuzet, mengundangnya menonton pertandingan dari box pribadinya di Bernabeu dan setelah pertandingan memberikan jerseynya. 

Ronaldo juga membayar biaya pengobatan Nuhuzet. Setelah berbincang dengan sang ayah, Ronaldo menyadari tak banyak yang bisa dilakukannya untuk menyelamatkan Nuhuzet. 

Ketika kondisi Nuhuzet memburuk, Ronaldo menawarkan untuk membayar semua pengobatannya, menelan biaya ratusan ribu pounds, dan perawatan di pusat medis swasta.

Ronaldo membayar pengobatan Nuhuzet hingga setahun, hingga sang anak tutup usia pada Maret 2013. 

 

 

13 dari 15 halaman

12. Hangat terhadap Fans

Seorang penyusup yang masuk ke lapangan memeluk Cristiano Ronaldo saat laga Juventus melawan Bayer Leverkusen pada pertandingan Liga Champions di Bay Arena, Leverkusen, Jerman, Rabu (11/12/2019). (AP Photo/Martin Meissner)

Ronaldo kerap menjadi sasaran penyusup lapangan saat pertandingan hanya untuk meminta berfoto bersama. Namun, dalam beberapa kesempatan, Ronaldo malah sama sekali tidak tampak marah. 

Dia malah memenuhi permintaan fan tersebut dan memberinya kesempatan melakukan selfie. Ronaldo dikenal sebagai pemain yang suka berinteraksi dengan suporter, dan tak keberatan melemparkan jersey untuk penonton, memberi tanda tangan, atau melayani permintaan foto bareng. 

 

14 dari 15 halaman

13. Kembali Membantu Suporter Cilik

Pada 2014, seorang ibu dari suporter ciluk lainnya yang berusia 10 tahun Erik Ortiz  Cruz, meminta supaya Ronaldo mendonasikan jerseynya untuk sang bocah, yang mengidap penyakit cortical dysplasia. Penyakit kelainan otak itu bisa menyebabkan Cruz mengalami kejang hingga 30 kali sehari. 

Setelah mendengar kisah lengkap sang anak, Ronaldo membayar biaya operasi otak sang anak senilai 55 ribu pounds (Rp1 milir). Dia juga berjanji membayar seluruh biaya perawatan lanjutan jika dibutuhkan. 

Dia juga membantu mengumpulkan uang ekstra untuk Erik dengan menyumbangkan jersey yang telah ditandatangani untuk dijual di lelang.

 

 

15 dari 15 halaman

14. Membantu Sang Kakak

Ayah Ronaldo, Denis, merupakan pencandu berat alkohol selama bertahun-tahun sebelum meninggal pada 2005. Kakak tertua Ronaldo, Hugo Aveiro, juga nenapaki jalan yang sama, kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang. 

Ketika sudah dewasa, Ronaldo mulai mengintervensi. Dia berjanji mendedikasikan La Decima bersama Real Madrid untuk Hugo jika sang kakak bersedia meninggalkan kebiasaan buruknya itu.   

Hugo berhasil melakukannya dan kemudian diundang ke lapangan untuk berbagi pelukan emosional dengan Ronaldo setelah pertandingan selesai. 

Hugo, yang 10 tahun lebih tua daripada Ronaldo, sejak itu sering berfoto bersama Ronaldo di berbagai kesempatan, termasuk pada acara Ballon d'Or 2016. 

Ronaldo juga sangat menyayangi putra Hugo. Bintang Juventus itu kemudian memutuskan mengangkat sang kakak sebagai penanggung jawab Ronaldo Museum di Madeira.

 

Sumber: The Sun

Berita Terkait