Jorge Lorenzo Marah dengan Komentar Giacomo Agostini, Perang Kata-kata Tidak Terelakkan

oleh Defri Saefullah diperbarui 17 Mei 2020, 04:45 WIB
Jorge Lorenzo tersinggung dengan pernyataan legenda balap Giacomo Agostini (AFP/Jose Jordan)

Jakarta - Jorge Lorenzo cukup tersinggung dengan pernyataan legenda balap Giacomo Agostini yang mempertanyakan kesiapan mentalnya hadapi MotoGP. Agostini sebelumnya menyatakan kegagalan Lorenzo di Ducati dan Honda disebabkan mental.

Rupanya, pernyataan Agostini tak bisa diterima Jorge Lorenzo. Dia pun membalas itu dengan membuat postingan panjang di akun media sosialnya.

Advertisement

"Apakah saya berutang uang ke orang ini atau apa? Dia bilang saya gagal di Ducati, ayolah! Begitu mudahnya ngomong saat Anda tak menjajal motor selama 50 tahun," tulis Lorenzo.

Agostini bergeming dengan balasan Jorge Lorenzo ini. Dia mengatakan punya hak untuk memberi penilaian kepada pembalap mana saja.

"Motor berpengaruh di karier balap, tapi jangan lupakan isi di kepala bisa sebabkan gagal. Dulu juga saya sempat memuji kesuksesannya," kata Agostini.

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Marah Besar

Giacomo Agostini. (AFP/Giuseppe Cacace)

Jorge Lorenzo dalam mood yang buruk dalam beberapa hari terakhir. Ini boleh jadi disebabkan kegagalannya menjadi pembalap wildcard di 2020.

Lorenzo pun seperti marah besar. Dia berharap Agostini tahu perbedaan motor MotoGP dengan motor di era zaman dulu.

"Penilaian itu tidak pantas diberikan oleh seorang legenda seperti Anda," balas Lorenzo, pedas.

"Saya berharap tak harus bermasalah dengan generasi baru dan berbangga ria dengan kemenangan zaman dulu, membandingkan masa depan dengan masa lalu, sambil bilang: di masa saya...."

Lorenzo mengatakan Giacomo Agostini seharusnya paham perbedaan MotoGP antar generasi. Dia mengatakan setiap era punya sejarahnya.

"Contohnya, di era 1960-an, perbedaan antara tercepat dengan paling lambat 10 detik. Beberapa pembalap manfaatkan keunggulan itu," katanya.

Disadur dari: Crash.net

Sumber asli: Liputan6.com (Defri Saefullah/Achmad Yani Yustiawan, Published 17/5/2020)