11 Pesepak Bola Asia yang Pernah Membela Klub Premier League

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 02 Jun 2020, 08:00 WIB
Park Ji-sung, Shinji Okazaki, Son Heung-min, Harry Kewell dan Ki Sung-yueng. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Tak bisa dimungkiri ada peran pemain Asia di balik gemerlapnya Premier League dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, ada pemain asal negara Asia yang mampu membantu timnya meraih gelar Premier League.

Sepak bola Asia memang mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan level permainan tersebut membawa dampak positif buat pesepak bola Asia. Inggris sendiri menjadi negara yang kompetisinya sering menjadi destinasi karier pemain Asia.

Advertisement

Australia menjadi negara yang paling sering mengirimkan pemainnya untuk bermain di Premier League. Selain itu, ada pula Jepang dan Korea Selatan.

Meskipun memiliki tubuh yang tidak terlalu tinggi, pada kenyataannya banyak pemain Asia yang mampu bersaing. Tak jarang, mereka memiliki karier yang langgeng di Premier League.

Mereka di antaranya berhasil mencetak rekor sebagai pemain pertama dari negaranya yang berhasil tampil di Premier League. Kualitas para pemain Asia itu juga tak perlu diragukan karena dalam kariernya mampu mencetak gol di Premier League.

Bola.com memilih 11 pemain Asia yang pernah bermain di Premier League. Berikut daftarnya: 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 12 halaman

Mark Schwarzer (Australia)

Mark Schwarzer

Mark Schwarzer merupakan kiper asal Australia yang sudah malang melintang di Premier League Inggris. Mark Schwarzer tercatat berkarier di Inggris rentang 1996-2016 dan sudah memperkuat klub semisal Middlesbrough, Fulham, Chelsea, dan Leicester City.

Mark Schwarzer berhasil mengumpulkan 514 penampilan bersama klub-klub di atas. Penampilan terbaiknya terjadi ketika mempersembahkan gelar League One 2003-2004 bersama Middlesbrough.

Selain itu, Mark Schwarzer juga berhasil menjadi tembok tangguh ketika membela Fulham. Selama lima musim bersama Fulham, Mark Schwarzer selalu menjadi pilihan utama.

Namun, karier Mark Schwarzer mandek ketika bergabung dengan Chelsea. Mark Schwarzer hanya menjadi pelapis dan membukukan empat pertandingan pada musim 2013-2014.

Mark Schwarzer kemudian bergabung dengan Leicester City pada musim 2014-2015. Lagi-lagi Mark Schwarzer hanya mampu mencatatkan enam penampilan karena kalah bersaing dengan kiper Kasper Schmeichel.

3 dari 12 halaman

Harry Kewell (Australia)

5. Harry Kewell (Liverpool), saat menjadi wonderkid di Leeds pemuda Australia ini menjadi incaran banyak klub besar. Namun gelandang serang ini gagal menampilkan performa terbaiknya bersama The Reds akibat cedera hamstring kambuhan. (AFP/Paul Ellis)

Harry Kewell bisa disebut sebagai pemain Australia paling sukses di Premier League. Harry Kewell tercatat berkarier di Inggris pada 1996-2008.

Harry Kewell berhasil mencatatkan 274 penampilan dan sumbangan 57 gol untuk dua klub yakni Leeds United dan Liverpool. Namun, mayoritas penampilan apik Harry Kewell terjadi di Liverpool.

Harry Kewell berhasil membantu Liverpool meraih gelar juara Liga Champions 2004-2005 dan Piala FA 2005-2006. Harry Kewell akhirnya meninggalkan Liverpool pada 2007-2008 dan bergabung dengan Galatasaray.

4 dari 12 halaman

Mark Viduka (Australia)

Mark Viduka (Ist)

Mark Viduka merupakan pemain Australia yang pernah bermain di Inggris rentang 2000-2009. Mark Viduka tercatat membela tiga klub yakni Leeds United, Middlesbrough, dan Newcastle United.

Mark Viduka behasil mencetak 92 gol dalam 240 pertandingan bersama ketiga klub tersebut. Ketika membela Newcastle United, Mark Viduka mengalami cedera parah sehingga memutuskan untuk gantung sepatu.

Meski demikian, torehan 92 gol yang dicetaknya di Premier League sudah cukup membuktikan kualitas seorang Mark Viduka. Pemain yang kuat dan besar, namun memiliki kecerdasan sepak bola yang luar biasa.

5 dari 12 halaman

Tim Cahill (Australia)

Gelandang Everton, Tim Cahill merayakan gol pembuka kemenangan 2-0 atas Manchester City pada lanjutan Liga Premier di City Of Manchester Stadium, Manchester, 24 Maret 2010. AFP PHOTO/ANDREW YATES

Tim Cahill bergabung dengan Everton pada 2004. Penampilan apik Tim Cahill membuat dirinya lama memperkuat Everton.

Klub berjulukan The Toffees itu menjadi satu-satunya klub Inggris yang pernah dibela Tim Cahill. Bersama Everton, Tim Cahill berhasil mencatatkan 226 penampilan dan mencetak 56 gol.

Meskipun bermain sebagai gelandang, Tim Cahill dikenal bisa diandalkan dalam mencetak gol. Tim Cahill pernah menjadi pencetak gol terbanyak Everton dalam tiga musim.

6 dari 12 halaman

Park Ji-sung (Korea Selatan)

Park Ji-sung (AFP Photo/Andrew Yates).

Park Ji-sung merupakan pemain Asia paling sukses di Inggris. Pemain asal Korea Selatan itu berhasil meraih empat gelar Premier League, tiga gelar Piala Liga, empat gelar Community Shield, dan satu gelar Liga Champions.

Semua prestasi itu diraih Park Ji-sung bersama Manchester United. Selain Manchester United, Park Ji-sung juga sempat sebentar membela Queens Park Rangers.

Secara keseluruhan, Park Ji-sung mencatatkan 154 penampilan di Premier League dan menyumbang 19 gol. Bahkan, Sir Alex Ferguson tak menampik Park Ji-sung memegang peran besar di balik kesuksesan Manchester United.

7 dari 12 halaman

Sun Jihai (China)

Sun Jihai (Dream Team FC)

Sun Jihai menjadi pemain China pertama yang berhasil tampil di Premier League. Sun Jihai tercatat menjadi bagian dari Manchester City pada 2002-2008 dan sukses mencatatkan 123 penampilan.

Bermain konsisten dalam enam musim bersama Manchester City merupakan prestasi luar biasa buat Sun Jihai. Pemain kelahiran 30 September 1977 itu juga menjadi orang China pertama yang mencetak gol di Premier League.

Ketika itu, Sun Jihai mencetak gol ke gawang Birmingham pada Oktober 2002. Sun Jihai menjadi bukti pemain China mampu bersaing di kompetisi elite Premier League.

8 dari 12 halaman

Ali Al-Habsi (Oman)

Ali Al Habsi

Ali Al-Habsi menjadi pemain Oman pertama yang pernah bermain di Premier League. Ketika itu, Ali Al-Habsi diangkut dari klub Norwegia, Lyn Oslo, oleh Bolton Wanderers.

Namun, Ali Al-Habsi hanya mendapatkan 10 kesempatan bermain dalam lima musim. Ali Al-Habsi kemudian memilih melanjutkan karier ke Wigan Athletic.

Ini menjadi titik kesuksesan Ali Al-Habsi di Premier League. Ali Al-Habsi menjadi kiper utama Wigan dan berhasil mempersembahkan gelar Piala FA 2012-2013. Secara keseluruhan, Ali Al-Habsi telah mencatatkan 111 penampilan di Premier League untuk Bolton dan Wigan.

9 dari 12 halaman

Ki Sung-yueng (Korea Selatan)

Ki Sung-yueng

Ki Sung-yueng berkarier di Premier League selama delapan tahun rentang 2012-2020. Pemain asal Korea Selatan itu tercatat membela Swansea City, Sunderland, dan Newcastle United.

Puncak kesuksesan Ki Sung-yueng terjadi di Swansea City. Bersama klub asal Wales itu, Ki Sung-yueng berhasil mempersembahkan gelar Piala Liga Inggris 2012-2013.

Secara keseluruhan, Ki Sung-yueng tampil sebanyak 187 pertandingan dan sukses mencetak 15 gol. Kini, Ki Sung-yueng tercatat membela Mallorca setelah dilepas Newcastle United pada 25 Februari lalu.

10 dari 12 halaman

Maya Yoshida (Jepang)

Pemain Chelsea, Eden Hazard (kiri) berusaha melewati adangan pemain Southampton, Maya Yoshida pada laga Premier League di Stamford Bridge, London, (16/12/2017). Chelsea menang 1-0. (AP/Tim Ireland)

Maya Yoshida tercatat selama delapan tahun berseragam Southampton. Maya Yoshida berhasil mencatatkan 154 penampilan dan mencetak enam gol.

Penampilan apiknya itu membuat Maya Yoshida menjadi bek Asia paling sukses di Inggris karena mampu tampil lebih dari 150 penampilan. Prestasi itu membuatnya menjadi bek Jepang pertama yang tampil konsisten di Premier League.

Pada awal 2020, Maya Yoshida menerima pinangan Sampdoria. Kini, kapten Timnas Jepang itu memulai petualangan untuk menaklukkan Serie A.

11 dari 12 halaman

Shinji Okazaki (Jepang)

4. Shinji Okazaki - Pria berusia 33 tahun ini adalah salah satu bagian dari skuat The Foxes saat Meraih gelar Liga Inggris di bawah Claudio Ranieri pada musim 2015/16 silam. (AFP/Anthony Devlin)

Shinji Okazaki merupakan bagian dari Leicester City pada 2015-2019. Pemain asal Jepang itu menjelma menjadi gelandang yang berbahaya dan membuat lini tengah The Foxes tangguh.

Shinji Okazaki berhasil mengumpulkan 114 penampilan dan mencetak 14 gol. Pencapaian terbaik Shinji Okazaki adalah membantu Leicester City meraih gelar Premier League 2015-2016.

Prestasi itulah yang membuat Shinji Okazaki mendapatkan predikat Pemain Terbaik Asia 2016. Shinji Okazaki saat ini masih aktif bermain dan membela klub kasta kedua Spanyol, Huesca.

12 dari 12 halaman

Son Heung-min (Korea Selatan)

Gelandang Tottenham Hotspur, Heung-Min Son, melakukan selebrasi usai membobol gawang Bournemouth pada laga Premier League di Stadion London, Rabu (26/12). (AP/Tim Ireland)

Son Heung-min bergabung dengan Tottenham Hotspur pada 2015. Sejauh ini, pemain asal Korea Selatan telah mengumpulkan 51 gol dalam 151 laga yang dimainkannya bersama The Lilywhites.

Penampilan apik pemain 27 tahun itu bersama Tottenham Hotspur membuat Son Heung-min mendapatkan penghargaan Pemain Terbaik Asia tiga kali dlam lima musim terakhir. Sayangnya, sampai saat ini belum ada prestasi yang mampu dipersembahkan Son Heung-min.

Pencapaian terbaiknya adalah membantu Tottenham melaju ke final Liga Champions 2018-2019. Menarik untuk menyaksikan kelanjutkan karier Son Heung-min di Tanah Britania.

Sumber: The AFC

Berita Terkait