Persiapan Paralimpiade Tokyo, Atlet Indonesia Jalani Pelatnas Secara Virtual

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 10 Jun 2020, 10:30 WIB
Presiden NPC Indonesia Senny Marbun (kiri) didampingi Wasekjen NPC, Rima Ferdiyanto dalam konferensi pers di Kantor pusat NPC Indonesia, Solo, Rabu (18/3/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Solo - Pengurus pusat National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, memberikan formula latihan secara daring atau virtual kepada seluruh atlet Pelatnas mulai 2 Juni-31 Desember.

Seluruh atlet pelatnas NPC Indonesia telah kembali pulang ke daerah masing-masing, dengan adanya wabah virus corona. Adapun pelatnas virtual bagi NPC bermanfaat untuk menjaga kebugaran atlet selama di rumah.

Advertisement

Wakil Sekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto mengatakan, ada 269 atlet proyeksi APG yang terbagi dalam 16 cabang olahraga, ditambah 35 atlet proyeksi untuk Paralympic Games Tokyo.

"Berdasarkan arahan Kemenpora, pelatnas dapat dilakukan dengan model jarak jauh. Atlet mendapat arahan dari para pelatih meski dilakukan mandiri. Jika nanti kembali ke pemusatan latihan di Solo, performa bisa kembali dengan cepat," beber Rima Ferdianto dalam konferensi pers di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo, Selasa (9/6/2020).

Pihaknya menambahkan, meski dalam kondisi masih bergelut dengan pandemin COVID-19, atlet tidak memang dituntut menjaga kebugaran. Latihan virtual disebutnya punya banyak manfaat terutama menghindarkan atlet berkegiatan di luar olahraga yang tidak tepat.

"Pengurus NPC harus tetap bisa mempertahankan performa mereka. Atlet tetap di rumah, latihan makan tidur, jangan sampai ada kegiatan lain misalnya jualan atau kelayapan. Otot-otot para atlet biar tidak mengecil," terangnya.

"Mudah-mudahan tetap terjaga sepanjang tahun 2020 ini. Banyak atlet yang antusias meski stresnya cukup tinggi. Semoga cara ini membawa dampak yang besar," lanjut pria yang juga menjabat ketua kontingen NPC Indonesia ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Event 2021

Tiarani Karisma Evi atlet Indonesia peraih medali perak di nomor lompat jauh putri klasifikasi T42-44/61-64 pada Asian Para Games 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (9/10/2018). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Sementara itu, Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun pelatnas jarak jauh termasuk dalam persiapan menuju ajang Paralympic yang diundur tahun depan.

Wabah virus corona membuat berbagai pelaksanaan event olahraga domestik dan internasional menjadi kacau.

Contohnya, ASEAN Paragames 2020 di Filipina dibatalkan. Padahal, ajang ini sudah beberapa kali mengalami penundaan, hingga dijadwal ulang menjadi Oktober mendatang. Namun disepakati untuk batal dan dilanjutkan langsung ke APG 2021 Hanoi, Vietnam.

"Sekarang kami fokusnya langsung ke APG Vietnam dan Paralimpiade Tokyo tahun depan. Saya melihat atlet memang sudah menunggu program latihan jarak jauh yang sistematis," jelas Senny Marbun. 

Berita Terkait