Rencana Kompetisi Berlanjut Hanya di Jawa, Kiper Persita Minta Laga Digelar di Zona Aman

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 17 Jun 2020, 18:41 WIB
Kiper Persita Tangerang, Annas Fitranto. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Jakarta - Kiper Persita Tangerang, Annas Fitranto, tak menganggap ada masalah dengan wacana digelarnya lanjutan kompetisi Liga 1 2020 terpusat di Jawa pada September mendatang. Namun, Annas Fitranto menegaskan bahwa digelarnya kompetisi harus benar-benar sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

Dalam rapat virtual antara PSSI dan klub peserta kompetisi, ada wacana kelanjutan Liga 1 2020 berpusat di Jawa. Bahkan Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, sudah merencanakan Yogyakarta yang memiliki sejumlah stadion menjadi homebase bagi lima klub dari luar Jawa, seperti Persiraja Banda Aceh, Barito Putera, Borneo FC, PSM Makassar, Persipura Jayapura, dan Bali United.

Advertisement

Rencana tersebut disambut baik kiper Persita Tangerang, Annas Fitranto. Menurutnya, rencana pemusatan kompetisi di Jawa bukanlah sebuah masalah besar, mengingat hal ini menjadi opsi mengingat kondisi Indonesia saat ini masih berada di tengah pandemi COVID-19. Baginya, yang terpenting mempertimbangkan daerah-daerah di luar zona merah pandemi COVID-19 untuk menggelar pertandingan.

"Kalau menurut saya, tidak menjai masalah kalau dipusatkan di Jawa. Namun, yang terpenting tetap dilihat dari zonanya," ujar Annas Fitranto kepada Bola.net.

"Kalau masih zona merah seperti Surabaya atau daerah lain di Jawa Timur, tentu masih sulit. Menurut saya justru akan lebih berbahaya. Lebih baik mencari area yang zonanya termasuk aman karena tidak terlalu banyak kasus COVID-19," lanjut kiper Persita Tangerang itu.

 

 

Video

2 dari 2 halaman

Protokol Kesehatan yang Ketat

Annas Fitranto, kiper Persita Tangerang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Kiper Persita Tangerang itu juga berharap kompetisi lanjutan 2020 dijalankan dengan berpatokan kepada protokol kesehatan yang ketat. Keselamatan pemain dan seluruh elemen sepak bola harus diutamakan.

"Jadi kami masih aman main sepak bola dan untuk menjaga diri sendiri supaya kami bisa aman dan tetap sehat," jelasnya.

Sementara, berdasarkan wacana yang beredar, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan kembali digulirkan pada bulan September. Namun, federasi masih belum mengambil keputusan.

Sumber: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Mustopa Elabdy/Asad Arifin, published 17/6/2020)

Berita Terkait