Cerita Rasyid Bakri: Bangkit dari Cedera, Menikah, dan Menjalankan Usaha Percetakan

oleh Abdi Satria diperbarui 19 Jun 2020, 18:15 WIB
Gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakri. (Bola.com/Abdi Satria)

Bola.com, Makassar - Mobilitas tinggi tanpa kenal lelah, plus jeli memanfaatkan peluang menjadi gol saat tampil di lapangan. Itulah ciri khas yang melekat kental pada diri Rasyid Assyahid Bakri. Itulah mengapa, Rasyid Bakri sempat digadang-gadang jadi penerus Syamsul Chaeruddin di PSM Makassar. Suporter PSM pun menjulukinya 'Pangeran Juku Eja'

Karier Rasyid Bakri di PSM terbilang lancar. Setelah promosi dari PSM U-21, ia langsung mencuat saat PSM berkiprah di Liga Primer Indonesia 2011-2012. Setahun kemudian, ia masuk dalam daftar skuat Timnas Indonesia yang dipersiapkan menghadapi Asian Games 2014 di Korea Selatan.

Advertisement

Selama masa persiapan, penampilan Rasyid terbilang menonjol. Termasuk ketika mencetak satu gol Timnas U-23 saat beruji coba dengan AS Roma yang diperkuat Francesco Totti, Radja Nainggolan, dan Ashely Cole. Pada laga yang berlangsung di Roma, Italia itu, Indonesia kalah 1-3.

Sepulang dari Asian Games 2014, Rasyid mulai mendapat tempat di formasi starter PSM secara reguler sejalan menurunnya penampilan Syamsul. Proses regenerasi ini sejatinya berjalan mulus. Sayang, Rasyid mendapat cedera anterior cruciate ligament (ACL) saat PSM beruji coba dengan Celebest FC jelang Liga 1 2017. Ia pun  harus menjalani operasi dan absen tujuh bulan dari lapangan hijau.

"Saat itu, saya berpikir karier sepak bola saya sudah habis. Tapi, motivasi dari keluarga membuat saya bertahan dan tetap semangat menjalani terapi di Jakarta," ujar Rasyid dalam channel youtube Ferdinand Sinaga.

Setelah pulih, Rasyid baru bisa dimainkan oleh pelatih PSM saat itu, Robert Alberts, pada pengujung kompetisi 2017 saat menjamu Madura United.

"Meski tak lama di lapangan, bagi saya itu sangat berarti. Apalagi suporter terus memanggil nama saya," kenang Rasyid.

Absen lama karena cedera membuat Rasyid kehilangan tempat di PSM. Apalagi di posisinya ada Marc Klok, Rizky Pellu, dan Wiljan Pluim yang selalu jadi pilihan utama Robert di Liga 1 2018. Belum lagi ada juniornya, M. Arfan yang tak kalah agresif. Situasi ini berlanjut ketika PSM ditangani Darije Kalezic pada Liga 1 2019.

"Bagi saya, itu hal biasa dalam sepak bola. Yang penting, saya tetap fokus dan berkontribusi buat tim,"ujar Rasyid Bakri yang belakangan mulai mendapat tempat di formasi starter PSM era pelatih Bojan Hodak pada Liga 2020.

Video

2 dari 2 halaman

Menikah dan Usaha Percetakan

Gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakri, saat melangsungkan pernikahan dengan Andi Isnadha Sikrian Zaenuddin pada 21 April 2019. (Bola.com/Abdi Satria)

Pada kesempatan itu, Rasyid Bakri juga menceritakan perjalanan hidupnya di luar lapangan. Termasuk ketika memutuskan menikahi Andi Isnadha Sikrian Zaenuddin pada 21 April 2019. Menurut Rasyid, proses pernikahannya terbilang cepat.

"Saya berkenalan dengan istri saya itu dalam sebuah acara keluarga satu setengah bulan sebelum menikah. Saya langsung tertarik dan melamarnya tanpa pacaran. Alhamdulilah, semuanya berjalan lancar," tutur Rasyid.

Rasyid menambahkan, setelah menikah, ia makin semangat menjalani kariernya di PSM. Selain itu, bersama keluarga, ia membuka usaha percetakan di Kabupaten Gowa, tanah kelahirannya. "Kami melayani pembuatan baliho, digital printing dan sablon baju kaos."

Seperti banyak usaha lainnya, Rasyid sempat mengalami masa sulit saat pandemi COVID-19. Ia pun sempat menghentikan sementara usahanya itu dan merumahkan  karyawannya.

"Saya tetap memberikan mereka gaji meski hanya 50%. Alhamdulilah, sekarang sudah aktif lagi. Orderan pun sudah berdatangan. Apalagi jelang Pilkada 2020 ini," papar Rasyid.

Itulah mengapa Rasyid berharap bisa menghabiskan kariernya di PSM.

"Sebagai orang Makassar, bisa terus membela PSM sampai pensiun adalah impian. Tapi, kalau PSM tak ingin lagi memakai saya saat masih produktif, tentu saya akan mencari klub lain karena saya adalah tumpuan keluarga," tegas Rasyid yang kini berusia 29.

Ia mengaku setiap awal musim ada sejumlah klub menawarkan kontrak kepadanya. "Ada dari Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Tapi, semuanya saya tolak dengan alasan ingin dekat dengan keluarga," pungkas Rasyid.

Berita Terkait