Real Madrid Lebih Layak Juara La Liga Ketimbang Barcelona, Faktor Ini Alasannya

oleh Hendry Wibowo diperbarui 05 Jul 2020, 19:00 WIB
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, berusaha menepis bola saat melawan Valencia pada laga lanjutan La Liga Spanyol pekan ke-29 di Stadion Alfredo, Stefano, Jumat (19/6/2020) dini hari WIB. Real Madrid menang 3-0 atas Valencia. (AFP/Javier Soriano)

Bola.com, Barcelona - Persaingan Real Madrid versus Barcelona untuk menggapai titel juara La Liga 2019-20 mencapai titik nadi tertinggi. Kini kedua tim sama-sama menyisakan lima pertandingan lagi.

Untuk sementara, Real Madrid unggul di puncak klasemen lewat torehan 74 poin atau unggul empat poin dari Barcelona pada urutan kedua.

Advertisement

Namun media Spanyol menyebut satu faktor ini membuat Real Madrid asuhan Zinedine Zidane lebih layak jadi juara La Liga ketimbang Barcelona.

Apa faktor tersebut? Adalah lini belakang. Ya, mencermati lini pertahanan kedua tim, memang bak langit dan bumi. Kini Madrid baru kebobolan 21 gol. Bandingkan dengan Barcelona yang kini sudah kebobolan 35 gol.

Meski di sisi lain, Lionel Messi dan kawan-kawan unggul produktifitas mencetak gol ketimbang Real Madrid (Real Madrid cetak 61 gol, Barcelona: 74 gol).

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Rapor Kebobolan Baik

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane melihat para pemainnya bertanding melawan Fenerbahce pada pertandingan Audi Cup 2019 di stadion Allianz Arena di Munich, Jerman (31/7/2019). Madrid menang atas Fenerbache dengan skor 5-3. (AP Photo/Matthias Schrader)

Menurut data yang dirilis Marca, catatan kebobolan Real Madrid memang fantastis. Kini saat La Liga kembali bergulir usai sempat hiatus akibat virus corona, Real Madrid baru kebobolan dua gol.

Rapor lini belakang Real Madrid semakin mengkilap jika catatan bermain di kandang jadi pertimbangan. Usai comeback pasca pandemi COVID-19, gawang Real Madrid baru kebobolan 1 gol dari total empat laga kandang.

Dengan catatan baru kebobolan 21 gol, Real Madrid pun diambang menyamai rekor milik tim yang sudah berusia sejak musim 1987/88.

Kala itu tim hanya kebobolan 26 gol atau rapor kebobolan paling sedikit saat La Liga berlangsung dengan diikuti 20 tim.

"Saya suka sepak bola menyerang. Tapi kami tahu betul lini belakang kami dan bagaimana komitmen mereka. Bertahan adalah sesuatu yang menjadi tanggung jawab seluruh tim," kata pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengenai lini belakang timnya.

Sumber: Marca

Berita Terkait