Ritual Bagas Kaffa Jelang Bertanding: Menelepon Orang Tua, Berdoa, dan Setel Dangdut

oleh Abdi Satria diperbarui 13 Jul 2020, 18:15 WIB
Bagus Kahfi (atas) dan Beckham Putra (kanan) merayakan gol yang dicetak Bagas Kaffa saat Timnas Indonesia U-19 menghadapi Hong Kong di laga kedua Grup K kualifikasi Piala AFC U-19 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Jumat (8/11/2019). (Bola.com/Yoppy Renato

Bola.com, Makassar - Banyak pemain memiliki cara atau lazimnya kebiasaan khusus dalam artian positif sebelum bertanding membela tim masing-masing. Seperti yang dilakukan Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi, bek sayap Barito Putera dan Timnas Indonesia U-19.

Menurut Bagas Kaffa, ia pasti menyempatkan diri menelepon keduanya orang tuanya, Yuni Puji Istiono dan Dewi Kartikasari, untuk meminta doa restu.

Advertisement

"Biasanya bapak yang selalu memberi motivasi dan nasihat agar tampil dengan kemampuan terbaik," ujar Bagas pada channel youtube Garuda Nusantara.

Setelah itu, Bagas berdoa secara personal kepada sang pencipta. Saat berangkat ke stadion tempat pertandingan, Bagas biasa mendengar musik dangdut sepanjang perjalanan agar lebih rileks.

"Saya menyukai semua penyanyi dangdut. Terutama mendiang Didi Kempot," ungkap Bagas.

Itulah ritual yang kerap dilakukannya, baik di klub dan Timnas Indonesia. Setelah itu, fokus dengan pertandingan sekaligus berusaha menjalankan intruksi pelatih dengan baik.

"Setiap pelatih punya cara berbeda dalam memberikan pemahaman instruksi kepada pemain. Tapi, intinya pelatih tentu ingin pemainnya tampil baik," kata Bagas.

Setelah melakukan hal di atas, Bagas mengaku lebih menikmati atmosfer pertandingan. Ia pun berusaha tampil bagus bersama tim tanpa terbebani hasil akhir pertandingan.

Itu juga yang dialaminya saat membawa Timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF U-16 2018. Dalam laga final, Indonesia mengalahkan Thailand 4-3 (1-1) melalui adu penalti di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, 11 Agustus 2018.

"Saat itu, saya seluruh tim betul-betul fokus ke tim. Apalagi, kami membawa nama negara," tegas Bagas Kaffa.

Video

2 dari 2 halaman

Media Sosial

Striker Timnas Indonesia U-16, Bagus Kahfi, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Vietnam bersama saudara kembar, Bagas Kaffa, dalam laga lanjutan Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (2/8/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Pada kesempatan itu, Bagas Kaffa juga bercerita plus minus penggunaan media sosial bagi perjalanan kariernya. Apalagi setelah membawa Timnas Indonesia U-16 juara, sosoknya bersama Bagus langsung menjulang.

Menurut Bagas, media sosial sebenarnya baik bila dipakai untuk hal yang positif. Misalnya menyaksikan rekaman aksi dan penampilan level dunia.

"Media sosial jadi tidak baik bila kita terlalu larut dengan respons netizen karena tidak semuanya positif. Ada juga komentar negatif yang membuat saya kerap ingin meresponsnya. Tapi, setelah dipikir-pikir tak ada gunanya juga. Ambil sisi positifnya saja," kata Bagas.

Apalagi, saat ini, Bagas mengaku sangat fokus mempersiapkan diri dengan latihan mandiri sebelum menjalani pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 yang merupakan persiapan Piala AFC U-19 2020 di Uzbekistan, Oktober mendatang.

"Memang persiapannya agak tersendat karena pandemi COVID-19. Tapi, secara teknis, sebenarnya Indonesia bisa bersaing di Piala AFC U-19 nanti."

Fokus dulu ke persiapan Piala AFC U-19, Bagas mengungkapkan dirinya belum memikirkan Piala Dunia U-20 2021. Namun, sebagai pemain, ia tentu berharap jadi bagian tim nasional dalam ajang itu.

"Saya memiliki impian bisa menghadapi tim kuat seperti Brasil," pungkas Bagas mengakhiri pembicaraan.

Berita Terkait