Striker Persija Pasrah Perihal Renegosiasi Kontrak 50 Persen

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 23 Jul 2020, 21:15 WIB
Striker Persija Jakarta, Heri Susanto ketika memeriahkan laga amal di Karanganyar, Minggu (19/7/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Jakarta - Striker Persija Jakarta, Heri Susanto memberikan respons atas keputusan PSSI berkaitan dengan renegosiasi kontrak kontestan Liga 1 2020. Ia pasrah dengan kebijakan yang akan dikeluarkan PSSI dan klub.

Diketahui, PSSI melalui surat keputusan nomor SKEP/53/VI/2020 membahas perihal kewajiban klub pada pemain dan pelatih. Untuk klub Liga 1, perubahan nilai kontrak pemain ada di kisaran 50 persen dari kesepakatan awal.

Advertisement

Sebelumnya PSSI telah menerapkan kebijakan pembayaran gaji sebesar 25 persen selama masa darurat wabah COVID-19, yakni pada periode Maret, April, Mei, Juni lalu.

Heri mengaku belum mendapat Informasi terbaru seputar persiapan timnya menghadapi lanjutan kompetisi. Termasuk bernegosiasi kontrak baru antara pemain dengan manajemen tim.

Ia menyayangkan adanya pemotongan gaji dari nilai kontrak awal. Kendati demikian, pemain asal Magelang ini berusaha menerima dengan lapang dada.

"Renegosiasi belum ada informasi terbaru dari manajemen Persija. Soal 50 persen sebenarnya keberatan, tapi mau bagaimana. Keadaan juga sedang begini," ungkap Heri saat ditemui Bola.com di Karanganyar baru-baru ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Berjalan Lancar

Pemain Persija Jakarta merayakan gol yang dicetak oleh Heri Susanto, ke gawang Barito Putra pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (23/9/2019). Persija menang 1-0 atas Barito Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mantan pemain PSM Makassar dan Persiba Balikpapan ini berharap Shopee Liga 1 yang dilanjutkan kembali, dapat berjalan dengan lancar. Meski masih ada pandemi, dengan protokol kesehatan yang ketat, pelaksanaan kompetisi dapat berjalan dengan aman.

"Tidak jauh beda dengan kompetisi sebelumnya karena lanjutan dari sebelumnya. Hal yang berpengaruh paling karena tanpa penonton," ujarnya.

"Tidak ada degradasi juga membuat semua tetap semangat, tidak boleh meremehkan. Karena juga menjadi ajang unjuk gigi bagaimana bisa lebih baik lagi untuk karier di musim selanjutnya," jelas Heri.

Berita Terkait