Akui Cemas, Bos Honda Beberkan Alasan Ikuti Kenekatan Marquez Jajal Tampil di MotoGP Andalusia

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 25 Jul 2020, 21:39 WIB
Rider Repsol Honda Marc Marquez tampil pada sesi latihan bebas ketiga MotoGP Andalusia di Sirkuit Jerez, Sabtu (25/7/2020). (Dok Repsol Honda)

Bola.com, Jerez - Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, mengaku punya alasan kuat mendukung keinginan Marc Marquez yang menjajal tampil di MotoGP Andalusia. Namun, ternyata cedera lengannya masih menghambat sehingga Marquez akhirnya absen pada balapan MotoGP Andalusia 2020, Minggu (26/7/2020). 

Marc Marquez yang baru menjalani operasi lengan pada Selasa (21/7/2020) di Barcelona, sudah kembali ke Jerez dua hari berselang. Setelah memutuskan melawatkan sesi latihan bebas pertama (FP1) dan FP2, Marquez turun mulai FP3. 

Advertisement

Namun, semuanya tak berjalan maksimal. Pembalap Spanyol itu hanya menempati posisi ke-19 pada FP3, kemudian ke-16 di FP4. 

Situasi bertambah buruk pada Kualifikasi 1. Marc Marquez gagal mencatatkan waktu, karena hanya turun ke lintasan sebentar, kemudian kembali ke pits. Honda akhirnya memgumumkan Marquez akan absen di balapan MotoGP Andalusia. 

Sikap Honda yang menuruti keinginan Marquez yang ingin tetap membalap hanya beberapa hari setelah operasi menuai sorotan. Tapi, Puig menegaskan punya alakan kuat mendukung sepenuhnya sikap Marquez. 

"Jika saya tak tidak merasa khawatir, saya adalah seorang idiot. Tentu saja saya khawatir, tapi ini balap motor," kata Puig, seperti dilansir Crash

"Marc Marquez pria yang cerdas. Dia selalu mengikuti feelingnya dan kondisi fisiknya. Ketika dia melihat itu tak mungkin, dia berhenti. Kami biasanya khawatir ketika pembalap fit, bayangkan bagaimana perasaan kami ketika mereka tidak fit," sambung Puig. 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Ingin Beri Kesempatan

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, setelah menjalani tes medis di Sirkuit Jerez, Kamis (23/7/2020). (AFP/STR)

Puig mengatakan mereka terus memantau kondisi Marquez dengan sangat ketat sejak kembali ke Jerez, terutama ketika mulai sesi FP3. 

"Kami telah mengamati kondisi kesehatan pembalap dengan ketat. Marc mencoba mendengarkan tubuhnya. Dia ingin tahu bagaimana dia bereaksi terhadap tekanan bersepeda motor. Kemudian dia menyadari bahwa bebannya terlalu besar," terang Puig. 

"Marc sangat kuat. Dia tidak membiarkan apa pun terlewat. Kami ingin memberikan kesempatan kepadanya. Kami selalu mendukungnya. Dan saya pikir kami selalu membuat keputusan yang tepat," imbuh Puig. 

Sumber: Crash