7 Playmaker Brilian dan Hebat pada Era 1990-an, Ada Si Spesial Zinedine Zidane

oleh Yus Mei SawitriHanif Sri Yulianto diperbarui 31 Agu 2020, 07:15 WIB
Zinedine Zidane – Legenda Prancis ini merupakan pemain tengah terbaik sekaligus maestro sepak bola dunia. Pelatih Real Madrid itu pernah merasakan banyak gelar mulai juara Piala Dunia, Liga Champions dan La Liga. (AFP/Philippe Desmazes)

Bola.com, Jakarta - Di kancah sepak bola setiap pemain punya porsi dan tugas masing-masing, sehingga semuanya penting bagi tim.  Ada pepatah mengatakan striker akan memenangkan pertandingan sementara bek akan memenangkan gelar. Bagaimana jika playmaker? Ia akan memenangkan hati.

Seorang playmaker berperan penting dalam irama permainan sepak bola. Ia bertugas mendistribusikan bola dan memberi jalan bagi stiker untuk mencetak gol.

Advertisement

Lionel Messi di era Pep Guardiola tidak akan tajam tanpa kehadiran Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Sementara Cristiano Ronaldo saat berseragam Real Madrid membutuhkan sosok Luka Modric dan Toni Kross untuk menopangnya.

Jauh sebelum era Iniesta dan kawan-kawan, penggila sepak bola era 90-an memiliki pilihan tersendiri untuk playmaker terbaik mereka. Pada era itu muncul nama-nama seperti Zinedine Zidane, Dennis Bergkamp, dan Roberto Baggio.

Mereka seperti menjadi inspirasi bagi para gelandang serang era sekarang. Berikut enam playmaker hebat pada sepak bola era 1990-an dilansir dari Planet Football. 

 

2 dari 8 halaman

1. Zinedine Zidane

Zinedine Zidane (77,5 juta euro)- Zidane memulai ikatannya dengan Real Madrid sebagai pemain pada bulan Juli 2001. Pemain terbaik dunia ini dibeli Real Madrir dari Juventus seharga 77,5 juta euro. (AFP/Philippe Desmazes)

Nama Zinedine Zidane muncul sebagai satu di antara playmaker hebat menjelang akhir 1990-an. Ia sukses meraih gelar Piala Dunia 1998, Piala Eropa 2000 bersama Timnas Prancis, dan beberapa trofi bergensi bersama Real Madrid.

Ia juga dinobatkan sebagai Man of the Match di final Piala Eropa 2020, Pemain Terbaik Dunia FIFA, dan Ballon d'Or. Rekan setim Zidane di Juventus, Edgar Davids, pernah menyebutnya sebagai pemain spesial.

"Dia menciptakan ruang ketika rasanya tidak ada. Tak masalah bagaimana dia mendapatkan bola, maka dia bisa keluar dari masalah," kata Davids tentang Zidane. 

 

3 dari 8 halaman

2. Michael Laudrup

Michael Laudrup saat berkostum Barcelona (fcbarcelona)

Michael Laudrup merupakan pemain terbaik Denmark di masanya. Ia memiliki periode bermain pada 1989-1996.

Awal 1990-an ia mendapatkan 58 caps untuk negaranya dan mencetak 23 gol. Sementara di level klub, ia berhasil memenangkan gelar Serie A bersama Juventus dan dua kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Denmark.

Setelah itu, ia juga ikut terlibat dalam empat gelar La Liga berturut-turut bagi Real Madrid. Pada 1999 ia mendapat penghargaan pemain asing terbaik sepak bola Spanyol dalam 25 tahun terakhir. 

 

4 dari 8 halaman

3. Roberto Baggio

Roberto Baggio (Italia), penyerang flamboyan ini meraih Ballon d'Or pada tahun 1993. Dirinya mampu membawa Azzurri ke final Piala Dunia 1994, sayang di final kalah adu penalti dari Brasil. (AFP/Gerard Julien)

Roberto Baggio merupakan playmaker andal asal Italia. Ia mampu mencetak 220 gol di Serie A sebelum kariernya hancur karena cedera.

Ia juga merupakan eksekutor penalti yang ulung. Namun, satu kegagalan dalam mengeksekusi penalti pada Piala Dunia 1994 mengubah segalanya.

Permainan yang menawan selama perhelatan tersebut rontok dan semua orang hanya mengingat penalti buruknya. Namun, terlepas dari itu, ia tetap merupakan satu di antara playmaker terbaik era 90-an.

 

5 dari 8 halaman

4. Gheorghe Hagi

Gheorghe Hagi, gelandang ini diboyong Cruyff ke Barcelona pada musim 94/95 dari Brescia. Legenda Rumania itu hanya dua musim bersama Barca, karena ia pindah ke Galatasaray saat Cruyff meninggalkan kursinya di Barca. (Bola.com/www.pinterest.com)

Gheorghe Hagi mendapat julukan Maradona of the Carpathians. Pria perpaspor Rumania itu hampir membawa negaranya lolos ke semifinal Piala Dunia 1994.

"Hagi bisa menjadi pemain terbaik di dunia setelah Maradona," kata pelatih rumania, Mircea Lucescu, sebelum turnamen itu.

Dalam karier klubnya, Hagi pernah memperkuat dua tim besar Spanyol yakni Real Madrid dan Barcelona. 6 dari 8 halaman

 

6 dari 8 halaman

5. Paul Gascoigne

Paul Gascoigne dan Gennaro Gattuso. (Dok. Twitter/Rangers FC)

Paul Gascoigne merupakan playmaker kreatif dari tanah Inggris. Ia bersinar pada Piala Dunia 1990.

Ia kemudian melanglang buana ke luar Inggris sejak 1992. Dimulai dari Lazio dan lalu ke Rangers. Namun, kariernya hancur mendekati 1990-an akhir. Hidupnya sering terlibat masalah karena karakternya yang temperamental. 

 

7 dari 8 halaman

6. Dennis Bergkamp

Dennis Bergkamp (94 assist) - Legenda Arsenal ini dikenal dengan kemampuannya dalam mencetak gol dan memberikan assist. Selama membela Arsenal, Bergkamp tercatat memberikan 94 assist bagi skuat The Gunners. (AFP/Odd Andersen)

Dennis Bergkamp terkenal sebagai pemain bersinar di bawah asuhan Arsene Wenger. Ia menjadi playmaker yang pas untuk rekan-rekannya di Arsenal.

"Semuanya harus sempurna, bahkan dalam pelatihan. Semuanya seratus persin. Dia pria yang sangat lucu tetapi ketika dia bekerja tidak ada lelucon," kenang Thierry Henry.

Ia juga merupakan tokoh kunci Arsenal meraih juara Premier League dengan predikat The Invincible.

 

8 dari 8 halaman

7. Manuel Rui Costa  

Rui Costa - Pemain Flamboyan yang diboyong AC Milan dari Fiorentina. Uang 30 juta euro menjadi harga tebusan yang harus dibayarkan AC Milan. (AFP/Aris Messinis)

Berambut panjang, mampu mencetak gol-gol indah, dan punya kemampuan di atas rata-rata. Semua kategori tersebut melekat pada diri legenda sepak bola Portugal, Manuel Rui Costa. 

Penampilan apiknya bersama AC Milan mungkin baru datang setelah era 1990-an. Namun, kehebatannya saat berbaju Fiorentina sudah cukup membuatnya menjadi satu di antara playmaker hebat di era 1990-an.

Sumber: Planet Football