Sebelum Meninggal Dunia, Masalah Kesehatan Bikin Alfred Riedl Memilih Berdamai dengan Piala AFF

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 08 Sep 2020, 20:53 WIB
Ekspresi pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, setelah kalah dari Thailand dalam laga leg kedua final Piala AFF di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/12/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Piala AFF menjadi turnamen yang paling membuat Alfred Riedl penasaran. Namun, alasan kesehatan akhirnya membuat Rield sebelum meninggal dunia memilih berdamai pada turnamen dua tahunan tersebut.

Alfred Riedl meninggal dunia pada Selasa (8/9/2020) dini hari waktu Austria. Riedl mengembuskan nafas terakhir pada usia 70 tahun.

Advertisement

Beberapa tahun lalu, Alfred Riedl sebenarnya masih memiliki rasa semangat menjadi pelatih. Namun, kondisi kesehatan yang berangsur menurun membuat Riedl harus pensiun.

Riedl ketika itu tak ragu menyebut Piala AFF sebagai turnamen yang membuatnya penasaran. Hal itu terasa wajar mengingat Rield sudah tiga kali mendapati timnya takluk di final yakni pada 1998 bersama Vietnam dan 2010 serta 2016 bersama Timnas Indonesia.

“Saya bukan orang ambisius yang mengatakan ingin berada di bangku cadangan pada usia 75 tahun. Itu tidak akan menyenangkan bagi saya juga. Saya lebih suka bermain golf ketika saya baik-baik saja dan menikmati hidup selama saya bisa," kata Rield dalam wawancara bersama Kurier ketika itu.

"Saya masih punya rasa penasaran soal gelar juara. Tapi saya pada akhirnya harus menerima kenyataan dan fokus menjalani hidup saya saat ini," ujar Rield.

Kini, rasa penasaran itu benar-benar terkubur bersama Alfred Riedl. Rasa penasaran yang tetap akan dikenang oleh publik Vietnam dan Indonesia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Kedekatan Emosional

Alfred Riedl didampingi Wolfgang Pikal saat memimpin latihan Timnas Indonesia di Stadion Manahan, Solo (24/9/2016). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Tak bisa dimungkiri, Alfred Riedl memiliki ikatan emosional dengan negara-negara Asia Tenggara. Khususnya adalah Vietnam dan Indonesia.

Alfred Riedl memiliki catatan panjang berkarier di dua negara tersebut sebagai pelatih. Meski gagal mempersembahkan gelar, Rield tetap dianggap sebagai pahlawan di Vietnam dan Indonesia.

Hal itulah yang membuat Riedl sulit melupakan pengalamannya berkarier di dua negara tersebut. Bahkan, Riedl mengaku sosoknya sampai saat ini masih dikenali oleh masyarakat Vietnam dan Indonesia.

"Jika saya pergi ke Vietnam hari ini, orang-orang masih akan mengenali saya. Mereka berteriak-teriak untuk Anda. Itu sama di Indonesia, karena itu Anda tidak bisa keluar jalan-jalan secara normal," ujar Rield.

Berita Terkait