Liga Inggris: Manajer Brighton Legawa Meski Kalah Menyesakkan dari Manchester United

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 26 Sep 2020, 21:17 WIB
Premier League - Brighton Vs Manchester United (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Kekalahan menyesakkan didapat Brighton and Hove Albion dari Manchester United pada pekan ketiga Premier League 2020/2021. Namun, manajer Brighton mencoba untuk menerima dengan baik hasil tersebut.

Brighton yang terus menekan sejak pertengahan babak kedua berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Solly March. Namun, kontroversi terjadi saat akhir pertandingan.

Advertisement

Wasit Kevin Kavanagh sebenarnya sudah meniup peluit panjang tanda pertandingan selesai. Akan tetapi, para pemain Manchester United mengklaim Neal Maupay, penyerang Brighton, melakukan handsball di kotak penalti.

Setelah meninjau tayangan ulang lewat bantuan VAR, ia menunjuk titik putih. Bruno Fernandes yang menjadi algojo penalti sukses memberikan timnya menang 3-2.

Manajer Brighton, Graham Potter dengan bijaksana menerima hasil pertandingan tersebut. Baginya, kehidupan terkadang tidaklah adil.

"Level permainan kami luar biasa, saya bangga kepada semua anak asuh saya yang telah berjuang hingga akhir laga. Terkadang, hidup memang tidak adil, itu yang terasa saat ini," kata Potter kepada BBC Sport usai laga Brighton vs Manchester United.

 

Video

2 dari 2 halaman

Ambil Sisi Positif

Penyerang Brighton, Neal Maupay melakukan selebrasi usai membobol gawang Manchester United dalam lanjutan Premier League, Sabtu (26/9/2020) malam WIB. (Glyn Kirk/Pool via AP)

Brighton bisa dibilang apes pada laga tersebut. Lima peluang emas mereka menerpa tiang gawang.

Tim berjulukan Seaguls itu juga dominan sepanjang laga. Manchester United dikurung habis-habisan dan dipaksa menerapkan serangan balik, terutama pada babak kedua.

"Hasil ini tidak memihak kami, tapi sepanjang 90 menit kami bermain bagus dan itu harus jadi evaluasi buat kami untuk laga-laga berikutnya. Pokoknya kami harus mencari hal positif," ujar Potter.

"Kami berhak mendapatkan sesuatu, setidaknya," pungkas Potter.

Sumber: Irish Examiner

Berita Terkait