Shopee Liga 1: Persik Libur Tanpa Batas Waktu, Faris Aditama Pilih Main Bola dengan Pemuda di Kampungnya

oleh Gatot Susetyo diperbarui 25 Okt 2020, 06:15 WIB
Kapten Persik, Faris Aditama (ungu). (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bola.com, Kediri - Manajemen Persik Kediri telah memutuskan meliburkan aktivitas tim hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini dilakukan karena jadwal lanjutan Shopee Liga 1 2020 belum ada kepastian.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru telah sepakat dengan 18 kontestan Liga 1 2020 untuk melanjutkan kompetisi. Namun, dari pertemuan di Yogyakarta pada 13 Oktober lalu, masih ada opsi jadwal yang mungkin terlaksana, antara 1 November, 1 Desember, atau 1 Januari 2021. Ketidakpastian jadwal itu membuat mayoritas klub memilih meliburkan timnya.

Advertisement

Bagi kapten Persik Kediri, Faris Aditama, libur bukan berarti hanya berpangku tangan. Sang kapten tim ini tetap menjaga kebugaran dengan bermain sepak bola bersama pemuda di kampung tempat tinggalnya, Desa Gurah, Kabupaten Kediri.

"Saya harus tetap bergerak dan mencari keringat agar tubuh tetap fit. Sepekan tiga kali saya main bersama pemuda di Desa Gurah," ujar Faris Aditama.

Meski hanya bertanding dengan pemain kampung, sayap kiri Persik Kediri itu tetap tidak meremehkan permainan mereka. "Sebaliknya, bagi saya ini momen luar biasa. Saya sering sibuk bersama Persik, jadi saya jarang bersilaturahmi dengan teman-teman di kampung. Toh, saya mulai bermain sepak bola juga dari kampung ini," ujarnya.

Video

2 dari 2 halaman

Tidak Merasa Jemawa

Kapten Persik Kediri, Faris Aditama, mengingatkan rekan setimnya untuk tak meremehkan Persewar pada laga Liga 2 2019 wilayah timur di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Minggu (14.7.2019). (Bola.com/Gatot Susetyo)

Punya nama besar dengan menyandang ban kapten Persik Kediri tidak membuat Faris Aditama merasa jemawa di depan para pemain yang bermain bersamanya di kampung halamannya itu.

"Saya lahir dan besar di desa ini. Jadi status saya saat ini saya anggap biasa saja. Tapi, saya tetap merasa bangga bisa membawa nama baik desa ini melalui sepak bola Indonesia," ujarnya.

Faris Aditama ingin kehadirannya di lapangan bisa memotivasi pemain muda di desanya untuk menjadi pesepak bola profesional, seperti yang ia lakukan saat ini.

"Banyak anak-anak mdua generasi di bawah saya yang punya teknik bagus. Saya berharap suatu ketika ada pemain dari Desa Gurah yang punya prestasi lebih bagus dari saya," ucapnya.

Berita Terkait