Persipura Tunggu Keputusan PSSI Terkait Rancangan Kontrak Pemain pada Jeda Shopee Liga 1

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 13 Nov 2020, 18:00 WIB
Kapten tim Persipura, Boaz Salossa dkk saat latihan di kusuma agro wisata Batu, Malang. (Iwan Setiawan/Bola.com)

Bola.com, Jayapura - Persipura Jayapura tak ingin terburu-buru menentukan nasib para pemainnya. Sekretaris Umum Persipura Jayapura, Rocky Bebena, menyebut pihaknya akan menunggu keputusan PSSI terkait rancangan kontrak pemain pada jeda Shopee Liga 1 2020.

Mayoritas kontrak pemain Persipura Jayapura akan berakhir pada Desember tahun ini. Penundaan Shopee Liga 1 sampai awal 2021 tentu saja berdampak langsung pada kontrak pemain.

Advertisement

Namun, Persipura memilih untuk menunggu keputusan PSSI terkait kontrak pemain sampai kompetisi dilanjutkan. Apakah akan menggunakan skema pembayaran gaji sebesar 25 persen atau 50 persen.

"Sesuai dengan surat yang terakhir, kontrak pemain yang masih berlaku mendapatkan 50 persen gaji. Kami berharap, PSSI secepatnya bisa mengeluarkan Surat Keputusan terkait persoalan kontrak pemain karena kompetisi sudah ditunda," kata Rocky Babena.

Selain itu, Persipura juga sudah menjalin komunikasi dengan sponsor. Rocky menyebut, kelangsungan nasib Persipura juga berada di pihak sponsor.

"Manajemen Persipura sudah menyurati sponsor. Kelangsungan tim kami juga ada di sponsor. Tidak mungkin kami ambil keputusan tanpa landasan dari federasi," tegas Rocky.

Persipura Jayapura menjadi satu di antara sedikit klub Shopee Liga 1 yang masih menggelar latihan. Meskipun sesi latihan digelar secara mandiri dengan format virtual training.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Larangan Tarkam

Pemain Persipura, Ricardo Salampessy dkk saat latihan di kusuma agro wisata Batu. (Iwan Setiawan/Bola.com)

Sementara itu, pelatih Jacksen F. Tiago buka suara mengenai peluang adanya pemain Persipura Jayapura yang bermain pada pertandingan di luar klub alias tarkam.

Menurut Jacksen, pemain harus kembali membaca kontrak sebelum memutuskan untuk bermain padapertandingan seperti itu. "Bisa atau tidak, semua peraturan terletak pada klausul kontrak masing-masing," ucap Jacksen.

Mayoritas klub Shopee Liga 1 2020 tidak memberikan izin kepada pemainnya untuk mencari penghasilan lain melalui pertandingan tarkam. Namun, ada juga klub yang tak bisa menahan pemainnya untuk ikut dalam kegiatan seperti itu.