Kisah Unik Harianto dan I Putu Gede, Enggan Saling Jegal Ketika Bertemu di Lapangan

oleh Gatot Susetyo diperbarui 15 Des 2020, 17:04 WIB
I Putu Gede Dwi Santoso dan Harianto punya hubungan unik ketika masih aktif jadi pemain profesional. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Bola.com, Jakarta - Dalam olahraga sikap sportif dan saling respek antar pemain harus selalu dijunjung tinggi. Soal sikap itu, Harianto dan I Putu Gede Dwi Santoso punya cerita menarik yang selama ini tak pernah terungkap.

Hubungan Harianto dan I Putu Gede telah terjalin saat keduanya masih menjadi pemain amatir di klub internal Persebaya. Harianto bergabung di KSI, sementara Putu Gede ikut Sakti Surabaya.

Advertisement

Jalinan mereka makin kuat saat keduanya membela Arema di Divisi Utama 2001 lalu. Ketika itu Divisi Utama merupakan kasta tertinggi kompetisi di Indonesia. Bahkan, dua pemain yang sama-sama berposisi sebagai gelandang ini tidur sekamar di mes pemain.

"Cak Putu senior saya. Saat masih amatir, saya belajar dari dia. Kami semakin akrab saat bermain di Arema. Kami pernah satu kamar. Tapi berikutnya, saya pindah ke Persik. Putu tetap di Arema," kata Harianto.

Lalu bagaimana jika keduanya bentrok di lapangan? Apalagi posisi mereka sebagai gelandang sangat terbuka untuk saling jegal dan rebut bola.

"Kami saling respek. Jika tim kami bertemu, saya dan Putu selalu menghindar agar tak saling jegal atau adu badan. Kalau saya pegang bola, Putu tak mau merebut. Demikian pula saya. Biasanya kami suruh pemain lain menempel Putu, begitu juga sebaliknya," tuturnya.

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Saling Respek

Putu Gede Dwi Santoso. (Bola.com / Aditya Wany)

Menariknya menurut Harianto, mereka tak pernah bikin komitmen untuk tidak saling berebut bola di permainan. "Ya, bentuk respek saja. Kami tak pernah janjian. Karena saya segan saja dengan Putu. Tak tahu kalau Putu apa alasannya," ujarnya.

Harianto menyatakan pernah dua kali bentrok dengan I Putu Gede ketika Persik melawan Arema dan Deltras pada musim berbeda.

"Saya kan di Persik terus, sedangkan Putu sempat main di Arema dan Deltras. Tapi saling respek kami tak mengurangi atmosfer pertandingan," ucapnya.