Lanjutan Shopee Liga 1 Belum Jelas, Madura United Segera Bubarkan Tim

oleh Aditya Wany diperbarui 27 Des 2020, 05:45 WIB
Madura United Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Bangkalan - Rencana Madura United untuk melakukan pembubaran tim bukan isapan jempol belaka. Klub berjulukan Laskar Sape Kerap itu sudah menyiapkan surat pembubaran yang bakal dikirimkan kepada seluruh pihak di tim.

Keputusan ini diambil lantaran status Shopee Liga 1 2020 semakin tidak jelas. PSSI dan PT LIB sempat mengumumkan bahwa kompetisi digelar lagi Februari 2021. Namun, belum ada kepastian jadwal dan teknisnya hingga sekarang.

Advertisement

“Klub sudah menyiapkan konsep surat ke seluruh komponen tim. Konsep suratnya tinggal diluncurkan kepada semua orang di tim,” kata Haruna Soemitro, Direktur Madura United, saat dihubungi Bola.com belum lama ini.

Terdapat empat poin yang dicantumkan oleh pihak manajemen dalam surat pembubaran kali ini. Pertama, sisa gaji s/d Desember 2020 tetap akan dibayarkan, sesuai SK PSSI terakhir. Kedua, pemain mendapat kesempatan untuk mencari klub lain.

Poin ketiga, mulai bulan Januari 2021 dan seterusnya tidak ada hak gaji. Yang keempat ialah, apabila sudah ada kejelasan dari PSSI dan LIB, maka pemain akan dipanggil kembali sesuai dengan kebutuhan tim. 

Meski telah menyiapkan pembubaran sebagai opsi, Madura United belum juga memastikan kapan kebijakan ini akan dieksekusi. Kemungkinan, ini akan dilakukan dalam waktu dekat karena kebanyakan kontrak pemain telah berakhir.

“Ini bukan hanya bubar, tapi ambyar. Nasib kompetisi tidak jelas dan belum ada kepastian sampai sekarang,” imbuh Haruna.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Sudah Mengingatkan

Manajer Madura United, Haruna Soemitro. (Bola.com/Aditya Wany)

Sebelumnya, manajemen Madura United sudah berulang kali mengingatkan PSSI dan PT LIB agar segera memberi kepastian terkait nasib kompetisi. Pasalnya, klub-klub kontestan sudah mengalami banyak kerugian.

Haruna bahkan menyindir PSSI agar sebaiknya memang tidak perlu memberi kepastian jika memang ingin klub mengalami kebangkrutan.

“Kalau memang mau klub ini bangkrut atau hancur, ya sudah, PSSI silakan tidur saja. Tidak usah kerja. Tidak usah memastikan kapan kompetisi digelar. Situasinya, sekarang ini semakin ambyar,” kata Haruna saat dihubungi Bola.com, Rabu (23/12/2020).

“Kalau memang itu (bangkrut atau hancur) yang diharapkan PSSI ya silakan saja. Biarkan saja klub-klub ini ditinggal pemain dan tidak punya sponsor. Mereka tidak segera memberi kepastian, mungkin itu, niatnya membuat klub bangkrut,” sindir pria berusia 56 tahun tersebut.   

Berita Terkait