Liga 1: Cerita Unik Vava Mario Yagalo, Gabung Persik Setelah Bertemu Almarhum Ayah di Mimpi

oleh Gatot Susetyo diperbarui 27 Jan 2021, 11:41 WIB
Vava Mario Yagalo (kiri) saat berlatih bersama Persik Kediri. (Gatot Susetyo/Bola.com)

Bola.com, Kediri - Ada kisah menarik yang memicu kepulangan Vava Mario Yagalo ke kampung halamannya, Kediri, dan bergabung dengan Persik pada Liga 1 2020 lalu.

Bek berpostur jangkung ini meninggalkan Kota Tahu pada usia 16 tahun. Tepatnya, sejak dia bersama beberapa pemain muda Indonesia terpilih masuk program SAD Uruguay 2009 silam.

Advertisement

Setelah program SAD ini berakhir 2012, Vava Mario Yagalo memilih berkarier di luar Kediri untuk mematangkan pengalamannya. Lajang dengan tinggi 180 cm ini pernah menjadi kapten tim sekaligus memberi gelar juara untuk Sriwjaya FC pada pentas ISL U-21.

Setahun berselang, Vava Mario Yagalo mengawali karier profesionalnya bersama Persebaya. Berikutnya, selama empat tahun, dia bermain di Persija hingga meraih gelar juara ISL 2018. Tira Persikabo juga pernah jadi pelabuhan bagi penggemar Vespa ini.

"Ketika bapak saya masih hidup, beliau memang menyuruh saya bermain dan mencari pengalaman di luar dulu. Saya pun mematuhi nasihatnya. Meski saya harus rela meninggalkan keluarga tercinta," tuturnya.

Vava Mario Yagalo mengaku banyak mendapat manfaatnya dari petualangannya. Baik soal kehidupan sosial tempat tinggalnya dan hubungan dengan sesama pesepakbola di Indonesia.

"Saya jadi tahu bagaimana lingkungan dan cara hidup masyarakat luar Kediri. Saya juga dapat ilmu dari pemain senior dan hebat seperti Bambang Pamungkas saat di Persija. Juga ilmu dari pemain senior berbeda ketika main di klub lain. Pengalaman ini tak mungkin saya dapat, jika tetap tinggal di Kediri," ujarnya.

 

 

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Bertemu Almarhum Ayah Lewat Mimpi

Bek Pesik Kediri, Vava Mario Yagalo, bersama vespa kesayangannya. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Setelah sebelas tahun melanglang buana, pada 2020, Vava Mario Yagalo baru mudik ke Kediri dan berjodoh dengan Persik. Almarhum bapaknya, Paidjan, yang wafat pada 2016 menginspirasi Vava balik ke tanah kelahirannya.

"Pada 2019, ketika tidur saya bermimpi bertemu almarhum bapak. Beliau menyuruh saya pulang ke Kediri. Dalam mimpi itu beliau bilang saya sudah saatnya balik ke Kediri," ungkapnya.

Vava Yagalo memaknai mimpi itu hanya untuk pulang ke Kediri. Dalam benaknya sama sekali tak tersirat untuk bermain di Persik yang saat itu baru menjuarai Liga 2 2019 sekaligus promosi ke Liga 1 2020.

"Ketika sudah pulang di Kediri, tiba-tiba saya dapat tawaran dari Persik. Setelah bernegosiasi dan cocok nilai kontraknya, saya mantap main di Persik. Saya baru tahu makna mimpi itu. Ternyata saya tak hanya disuruh almarhum bapak pulang kampung tapi juga melanjutkan karir bersama Persik," jelasnya.