Bos PSS Ungkap 2 Alasan Tak Memperpanjang Kontrak Guilherme Felipe de Castro

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 08 Mar 2021, 07:00 WIB
Gelandang PSS asal Brasil, Guilherme Felipe de Castro atau Batata, dalam debutnya melawan Kalteng Putra di Stadion Maguwoharjo, Sleman (7/7/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Sleman - PSS Sleman tak mempertahankan para pemain asingnya pada musim 2021. Satu per satu pemain berlabel ekspatriat di tim Elang Jawa harus berpisah.

Diawali dari pengunduran diri bomber andalan asal Ukraina, Yevhen Bokhasvili yang memilih bermain di Liga Malaysia. Kemudian gelandang Zah Rahan juga tidak dipertahankan PSS.

Advertisement

Terbaru adalah gelandang jangkar asal Brasil, Guilherme Felipe de Castro atau Batata. Sementara itu, bek asal Australia, Aaron Evans juga belum pasti masuk proyeksi PSS dan masih berada di negara asalnya.

Di sisi lain, PSS sudah mengumumkan satu pemain asing rekrutannya yakni gelandang serang asal Argentina Nicolas Leandro Velez. Kabarnya sejumlah pemain asing baru lainnya segera menyusul di bumi Sembada.

Dirut PSS Sleman, Marco Gracia Paulo menyebut, perubahan di komposisi pemain asing adalah hal yang wajar. Ia pun mencontohkan kepergian Batata.

Marco mengaku, Batata merupakan seorang pemain yang loyal dan berdedikasi tinggi. Sayangnya, ada beberapa alasan sehingga Batata tidak bisa berlanjut bersama di PSS.

“Pertimbangan tidak lagi diperpanjang kontrak seorang pemain tentu menyangkut masalah teknis. Namun khusus Batata, lebih kepada masalah prinsip dan filosofi. Itu yang akhirnya tidak bisa membuatnya lanjut di PSS Sleman,” tutur Marco Gracia, Minggu (7/3/2021).

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Dinamika

Pemain PSS Sleman, Guilherme Felipe de Castro Batata. (Istimewa/Podcast PSS Sleman)

Marco memberikan penjelasan mengenai faktor tidak diperpanjangnya kontrak gelandang 28 tahun ini, untuk kompetisi musim 2021. Meski Batata sebenarnya merupakan pemain kunci dan sudah mendapat tempat di hati para penggemar PSS Sleman.

"Sepak bola adalah industri dan bisnis. Tapi ini tidak ada sama sekali hubungannya dengan tidak lanjutnya Batata. Sejak renegosiasi di Oktober, dia sudah cari jalan untuk keluar dari PSS," beber dia.

"Jadi, Batata pasti paham dinamika sampai akhirnya manajemen mengambil keputusan ini. Tapi kita tetap respek karena sepak bola adalah keluarga. Kami berharap yang terbaik untuk Batata dan sukses dalam perjalana kariernya," jelas Marco Gracia Paulo.

Berita Terkait