RD Menjagokan Inggris ke Final Euro 2020, Waspadai Ledakan Dinamit Denmark

oleh Wahyu Pratama diperbarui 07 Jul 2021, 22:15 WIB
Rahmad Darmawan, pelatih Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, mengaku lebih menjagokan Timnas Inggris untuk lolos ke final Euro 2020 ketimbang Denmark. Kedua tim tersebut akan bertarung dalam laga semifinal Piala Eropa yang akan berlangsung di Stadion Wembley, Kamis (8/7/2021) dini hari WIB.

Namun, kenangan mengenai kehebatan tim Dinamit Denmark pada Euro 1992 membuat pelatih asal Lampung itu merasa tidak bisa menganggap sepele Kasper Schmeichel dkk. Boleh dibilang, Denmark memang lebih unggul dari Inggris jika bicara prestasi di Euro.

Advertisement

"Bagaimanapun Denmark adalah tim yang pernah menorehkan sejarah hebat saat menjuarai Piala Eropa 1992. Padahal saat itu mereka justru menggantikan satu tim yang diskorsing oleh FIFA," ujar pelatih yang karib disapa RD itu.

Keberadaan Denmark di Euro 2020 memang menjadi sebuah kemujuran. Yusolavia, yang kini pecah menjadi sembilan negara, yang juga menjadi juara Grup 4 Babak Kualifikasi, terpaksa harus mengubur keinginan bermain di putaran final karena skorsing dari FIFA.

Perang saudara yang terjadi di Yugoslavia membuat FIFA terpaksa membekukan federasi sepak bola negara tersebut. UEFA pun lantas memanggil Denmark yang menjadi runner-up Grup 4 Babak Kualifikasi, hanya dua pekan sebelum turnamen digelar.

Video

2 dari 2 halaman

Rekor Gol Lebih Baik dari Inggris

Para pemain Timnas Denmark ramai-ramai memeluk Martin Braithwaite usai ia mencetak gol ke gawang Wales pada babak 16 besar Euro 2020 di Johan Cruyff Arena, Sabtu (26/7/2021). (Koen van Weel, Pool via AP)

RD menilai kejutan Denmark bisa jadi kembali muncul dalam pertandingan yang berlangsung Kamis dini hari nanti. Apalagi mereka tiba di semifinal dengan torehan gol yabg lebih banyak ketimbang Inggris yang mencetak delapan gol.

Hingga perempat final, tim asuhan Kasper Hjulmand itu berhasil mencetak 11 gol. Ledakan lini serang Denmark hanya kalah dari Spanyol dan Italia.

"Jujur saya enggak begitu mengiktui Denmark. Tapi, kalau melihat perkembangannya dari cuplikan pertandingan yang sempat saya lihat, mereka memiliki skema one game passing," ujar mantan pelatih Sriwijaya FC itu.

Pelatih berusia 54 tahun itu mengakui permainan Denmark mirip dengan Swiss yang mampu menumbangkan juara Piala Dunia 2018, Prancis, di babak 16 besar Euro 2020. Bila tidak awas, slogan Football is Coming Home bakal menjadi mimpi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Denmark diuntungkan dengan pengalaman pemain-pemain yang berkiprah di kompetisi Premier League di Inggris. Seperti halnya Swiss, sampai sejauh ini Denmark mampu memperlihatkan permainan yang mengejutkan," ujar RD.

Berita Terkait