3 Kandidat Kapten Persipura Sepeninggalan Boaz Solossa

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 09 Jul 2021, 09:45 WIB
Persipura Jayapura - Calon Kapten Persipura (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Persipura Jayapura baru saja memutuskan mendepak sang kapten yang juga merupakan legenda hidup Mutiara Hitam, Boaz Solossa. Padahal pemain yang tercatat mengantar Persipura empat kali menjuarai Liga Indonesia itu merupakan pilar penting dalam permainan tim.

Boaz Solossa bersama Yustinus Pae dicoret oleh Persipura Jayapura karena masalah indisipliner yang berulang terjadi. Praktis tim Mutiara Hitam harus kehilangan dua sosok senior yang juga merupakan pilar penting di lini serang dan lini pertahanan.

Advertisement

Khusus untuk Boaz Solossa, Persipura tak hanya kehilangan seorang penyerang berkaki cepat yang menjadi idola semua anak-anak Papua. Namun, Mutiara Hitam juga kehilangan kapten yang memiliki peran dan pengaruh penting di dalam tim.

Jacksen Tiago, pelatih Persipura Jayapura, pun mengakui bukan perkara yang mudah mencari pengganti sosok Boaz Solossa di Persipura. Perannya memang sangat penting bagi pemain muda yang mengidolakannya.

Namun, Persipura tetap harus melangkah ke depan dan mempersiapkan diri menyambut bergulirnya Liga 1 2021/2022. Satu hal yang juga harus dipastikan adalah siapa yang akan berperan sebagai kapten di dalam tim setelah kepergian Boaz Solossa.

Bola.com mengulas ada tiga pemain yang cukup punya potensi untuk menjadi pengganti Boaz Solossa sebagai kapten di Persipura Jayapura. Siapa saja mereka?

Video

2 dari 4 halaman

Ricardo Salampessy

Bek Persipura, Ricardo Salampessy, mengontrol bola saat melawan Bhayangkara FC pada laga Liga 1 Indonesia di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (9/9/2017). Bhayangkara FC menang 2-1 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Ricardo Salampessy merupakan pemain yang menjabat sebagai wakil kapten Persipura Jayapura selama Boaz Solossa masih ada di dalam tim. Artinya, otomatis pemain kelahiran Ambon itu punya potensi besar untuk benar-benar menjadi kapten Persipura pada musim ini.

Pemain berusia 37 tahun yang berposisi sebagai bek itu sudah mengenal Persipura sejak 2005. Meski sempat hijrah ke Persebaya yang berlaga di Indonesia Super League pada 2014, Ricardo kembali memperkuat Persipura mulai 2016 hingga saat ini.

Ricardo Salampessy adalah pemain yang turut membantu Persipura meraih tiga gelar juara Indonesia Super League pada musim 2008/2009, 2010/2011, dan 2013, serta menjadi kampiun Torabika Soccer Championship 2016.

Begitu setia bersama Persipura, tidak salah jika pada musim lalu Ricardo menjadi wakil kapten mendampingi Boaz Solossa. Kini, saat Boaz pergi, Ricardo tentu akan menjadi pemimpin Mutiara Hitam ketika bertanding.

3 dari 4 halaman

Ian Louis Kabes

Pemain Perssipura, Ian Louis Kabes saat melawan Persib Bandung pada lanjutan Liga 1 2017 di Stadion GBLA, Bandung, Minggu (7/5/2017). (Bola.com/Nicklas hanoatubun)

Persipura Jayapura juga memiliki Ian Louis Kabes di lini tengah yang bisa dipercaya menjadi seorang kapten. Kriterianya jelas, Ian Kabes merupakan pemain yang dikenal loyal bersama Mutiara Hitam sejak 2005.

Seperti halnya Ricardo, Ian Louis Kabes merupakan pemain senior di skuad Mutiara Hitam dengan usia 35 tahun. Dengan segudang pengalaman yang sudah dirasakannya bersama Persipura, Ian adalah sosok lain yang juga pantas menjadi kapten tim asuhan Jacksen Tiago itu.

Perannya yang sentral di lini tengah juga menjadikan pemain yang sempat lima kali memperkuat Timnas Indonesia itu mampu menjadi pemimpin di lapangan. Sepertinya, Ian Louis Kabes akan menjadi deputi yang tepat bagi Ricardo dan akan menjadi kapten ketika rekannya itu harus absen.

4 dari 4 halaman

Dede Sulaiman

Kiper Persipura Jayapura, Dede Sulaiman berpose saat Peluncuran Shopee Liga 1 di SCTV Tower, Jakarta, Senin (13/5). Sebanyak 18 klub akan bertanding pada Liga 1 mulai tanggal 15 Mei. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Selain dua nama di atas, satu nama lain yang juga layak untuk dipertimbangkan menjadi kapten Persipura Jayapura adalah Dede Sulaiman. Berposisi sebagai kiper dan sudah cukup senior di skuad Mutiara Hitam, pemain asal Jakarta ini juga bisa menjadi sosok untuk mengatur rekan-rekannya di dalam lapangan.

Dede Sulaiman sudah menjadi kiper Persipura sejak 2014. Ia sempat menjadi pelapis kiper asal Korea Selatan, Yoo Jae-hoon, dan kemudian perlahan tapi pasti mampu menjadi andalan di bawah mistar gawang Mutiara Hitam.

Sudah mengenal karakter Persipura Jayapura, Dede Sulaiman tentu bisa menjadi komandan di lapangan saat berdiri di bawah mistar gawang. Posisinya yang akan berada di belakang rekan-rekannya itu akan membuatnya memiliki pandangan yang luar dan mudah memberikan instruksi.

Berita Terkait