Pekan Depan, 1,47 Juta Tenaga Kesehatan Bakal Disuntik Dosis Ketiga Vaksin COVID-19

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 10 Jul 2021, 13:25 WIB
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin COVID-19 untuk calon penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (4/7/2021). PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta membuka layanan vaksinasi Covid-19 bagi penumpangnya di Stasiun Gambir dan Pasar Senen mulai Sabtu, 3 Juli 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk memberikan suntikan dosis ketiga vaksin COVID-19 untuk tenaga kesehatan di Indonesia. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut program vaksinasi suntikan ketiga untuk tenaga kesehatan akan dilakukan mulai pekan depan.

Sebanyak 1,47 juta tenaga kesehatan di Indonesia akan mendapatkan vaksinasi dosis ketiga. Pemerintah akan menggunakan jenis Vaksin COVID-19 Moderna untuk penyuntikan tersebut.

Advertisement

"Program vaksinasi ketiga (booster) akan dilakukan mulai minggu depan untuk 1,47 juta tenaga kesehatan. Teknis pelaksanaannya akan diatur oleh Kementerian Kesehatan," kata Airlangga Hartarto.

Dengan pemberian suntikan ketiga vaksin COVID-19 ini diharapkan bisa melindungi tenaga kesehatan di Indonesia. Seperti diketahui, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan yang dimiliki Indonesia untuk melawan pandemi COVID-19.

"Tentunya ini diharapkan bisa meningkatkan imunitas daripada tenaga kesehatan kita yang ada di frontline," tegas Airlangga Hartarto.

Vaksin COVID-19 Moderna dijadwalkan tiba di Indonesia pada Minggu (11/7/2021). Pada tahapan ini, Indonesia akan kedatangan 3 juta dosis vaksin Moderna.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Manjur untuk Beberapa Varian

Dalam perpanjangan kerja sama yang dilakukan pada Jumat (4/12/2020), Moderna Inc sepakat menambah 4 juta dosis vaksin COVID-19 untuk Israel.(AFP/Joel Saget)

Pemberian dosis ketiga vaksin COVID-19 ini akan diikuti oleh 1,47 juta tenaga kesehatan. Penggunaan vaksin jenis Moderna dilakukan karena ketangguhannya dalam melawan sejumlah varian baru.

Vaksin COVID-19 Moderna sudah masuk daftar penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut BPOM, vaksin ini disebut manjur untuk melawan mutasi dari virus COVID-19.

Vaksin Moderna diklaim mampu melawan varian B117 Alpha, B1351 Beta, dan P1 Gamma. Adapun untuk varian B1617 Delta masih belum ada laporan terkini.