Menguntungkan Segelintir Tim, UEFA Pastikan Tidak Akan Pakai Lagi Format Tuan Rumah Euro 2020

oleh Hendry Wibowo diperbarui 10 Jul 2021, 21:15 WIB
Ilustrasi penonton memadati stadion tempat menggelar pertandingan Euro 2020. (Foto: AP/Pool/Catherine Ivill)

Bola.com, Jakarta - Sebelas stadion yang terletak di sebelas negara berbeda telah menggelar rangkaian pertandingan Euro 2020 yang segera menggelar partai final.

Namun format berbagai negara menjadi tuan rumah pada Euro 2020 mendapat banyak kritik. Karena jarak tempuh semua kontestan jadi sangat berbeda jauh.

Advertisement

Bayangkan mengutip situs The Sun, Timnas Swiss harus melakukan perjalanan sejauh 15.485 km selama ajang Euro 2020. Sementara Skotlandia hanya 1.108 km lantaran dua laga fase grup mereka berlangsung di Hampden Park yang terletak di negara mereka.

Sebagai contohnya lagi Timnas Inggris. Anak asuh Gareth Southgate hanya sekali tidak bermain di Stadion Wembley, kandang mereka selama ajang Euro 2020 yaitu saat mengalahkan Ukraina di perempat final: berlangsung di Olimpico, Roma.

Selebihnya termasuk final kontra Timnas Italia nanti, Harry Kane dan kawan-kawan mentas di Stadion Wembley. Oleh karena itulah, stasiun Radio Spanyol, El Chiringuito mengeluh bahwa Euro 2020 telah dikondisikan agar Inggris menang.

Saksikan Video Pilihan Kami

2 dari 2 halaman

Komentar Presiden UEFA

Aleksander Ceferin (AFP/ARIS MESSINIS)

Kritik demi kritik terhadap format tuan rumah ajang Euro 2020 sepertinya didengar Presiden UEFA Aleksander Ceferin. Dia menegaskan format banyak negara jadi tuan rumah tidak akan terjadi lagi di masa depan.

Ceferin membenarkan dengan format seperti Euro 2020 tidak adil untuk semua kontestan. "Saya tidak akan mendukungnya lagi," kata Ceferin saat diwawancara jurnalis BBC, Dan Roan pada podcast The Sports Desk.

"Saya pikir itu terlalu menantang dan dengan cara yang tidak benar bahwa beberapa tim harus menempuh jarak lebih dari 10 ribu km dan yang lainnya 1.000 km.

"Ini tidak adil bagi penggemar, yang harus berada di Roma suatu hari dan di Baku selama beberapa hari berikutnya, yang merupakan penerbangan empat setengah jam," lanjutnya.

Sumber: The Sun